BPBD Indramayu Ungkap Penyebab Amblesnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk Desa Kertasemaya Indramayu

BPBD Kabupaten Indramayu mengungkap penyebab tanah ambles di Desa Kertasemaya Blok Rengas Payung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu

BPBD Indramayu Ungkap Penyebab Amblesnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk Desa Kertasemaya Indramayu
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Seorang warga saat menunjukkan titik pusat amblesnya tanah di Tanggul Sungai Cimanuk di Desa Kertasemaya, Blok Rengaspayung Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Indramayu mengungkap penyebab terjadinya tanah ambles di Desa Kertasemaya Blok Rengas Payung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.

Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana melalui Kasi Rekontruksi, Caya mengatakan, berdasarkan hasil assessment yang dilakukan BPBD Kabupaten Indramayu, diduga penyebab amblesnya tanah disebabkan oleh empat hal.

Pertama, karena tanah di lokasi bencana merupakan jenis tanah clay atau lempung yang menyebabkan stabilitas tanah mudah longsor apabila dipicu oleh adanya aliran air.

"Ini terbukti karena adanya retakan yang cukup dalam yang disebabkan oleh kurangnya serapan air," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Jumat (5/7/2019).

Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya, Jumat (5/7/2019).
Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya, Jumat (5/7/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Kedua, adanya pengaruh dari rembesan air hujan, air drainase dan air dari Sungai Sindupraja yang melintas ke arah Sungai Cimanuk.

Dijelaskan Caya, Sungai Sindupraja berada di sebelah timur, sedangkan Sungai Cimanuk di sebelah barat, adapun telak geografis Jalur Pantura dan tanggul berada di tengah-tengahnya.

Warga Desa Kertasemaya Indramayu Tahlilan Setiap Malam, Agar Amblesnya Tanah Tidak Semakin Parah

Lanjut dia, kondisi Sungai Cimanuk sekarang ini sedang dalam keadaan surut dan Sungai Sindupraja elavasinya sedang stabil sehingga membuat konstuktur di dalam tanah yang berada di tengahnya tergerus ke arah Sungai Cimanuk sehingga menyebabkan amblesnya tanah.

"Tidak tahu ini asal usulnya tanah dari mana yang jelas ini tanah clay, sedangkan di permukaannya ini tanah gembur. Antara tanah gembur dan tanah clay ini tidak menyatu," ujar dia.

Ketiga, karena kondisi Sungai Cimanuk yang meander atau berkelok tajam, sangat curam, tererosi dan cukup dalam airnya.

Satu di antara dampak amblesnya tanah di Tanggul Sungai Cimanuk di Desa Kertasemaya, Blok Blok Rengaspayung Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jumat (5/7/2019)
Satu di antara dampak amblesnya tanah di Tanggul Sungai Cimanuk di Desa Kertasemaya, Blok Blok Rengaspayung Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jumat (5/7/2019) (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Keempat, kondisi bantaran sungai yang banyak ditanami pohon pisang oleh warga sekitar, sehingga membuat kondisi tanah menjadi gembur dan kurang menyerap air tanah.

"Istilahnya itu evaporasi. Di sana juga tidak terdapatnya jenis tanaman keras untuk mengikat subsrat tanah," ucap Caya.

Dirinya menjelaskan titik amblesnya tanah terus memanjang dan belum dapat diprediksi akan sampai sedalam apa.

Adapub untuk amblesnya tanah itu, disampaikan dia terus bergerak dari arah timur mengarah ke barat.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved