Senin, 20 April 2026

Pengumuman Sengketa Pilpres 2019 Semakin Dekat, KPAI Imbau Aksi Massa Tak Libatkan Anak-anak

Ia mengkhawatirkan risiko anak-anak hilang, kehilangan keluarga, dan masa depannya, karena anak-anak berada dalam situasi psikologis yang tidak tentu.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ theofilus Richard
Ilustrasi Demonstrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang pengumuman Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil putusan Sengketa Pilplres 2019, KPAI mengimbau masyarakat untuk tidak membawa atau melibatkan anak-anak saat unjuk rasa.

Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak dan Divisi Monitoring Evaluasi KPAI, Jasra Putra , mengatakan, KPAI mengkhawatirkan kondisi anak-anak yang terpapar kabar bohong dan ikut terpolarisasi.

"Karena kejadian tersebut telah diungkap pekerja sosial bersama Kepolisian dan Bapas dalam pendampingan 25 hari anak-anak yang terlibat aksi Mei lalu," ujar Jasra Putra, kepada Tribun Jabar, Kamis (27/6/2019).

Jasra mengatakan, ketika berkomentar dengan cara dan bahasa yang tidak layak, menyebabkan anak-anak menjadi korban, baik meninggal, luka-luka, dan terlibat situasi kekerasan.

Ia juga mengungkapkan, saat ini sudah ada 91 anak yang dalam pemantauan KPAI yang terlibat dalam peristiwa Mei lalu.

Itu merupakan data peristiwa 22 sampai 23 Mei yang dikumpulkannya, mulai dari data korban di salah satu rumah sakit, korban meninggal, dan yang saat ini dilayani rehabsos.

Dari ratusan korban peristiwa tersebut, ia meyakini masih banyak korban anak-anak yang belum dikunjunginya.

Dalam pertemuan KPAI di Balai Rehsos Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus Kementerian Sosial, Jasra mengatakan, sebagian orang tua tidak mengetahui anaknya terlibat kerusuhan, karena mereka menitipkan anak anaknya di Lembaga Pendidikan yang justru dimobilisasi dalam kegiatan tersebut.

"Untuk itu kehadiran kembali anak-anak di Patung Kuda kemarin, sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai anak-anak menjadi korban kembali," tegasnya.

Sementara itu, terkait kabar pengumuman hasil sengketa pemilu, KPAI mengimbau agar masyarakat tidak melibatkan anak-anak di garis depan, apalagi seperti martir.

Ia mengkhawatirkan risiko anak-anak hilang, kehilangan keluarga, dan masa depannya, karena anak-anak berada dalam situasi psikologis yang tidak menentu.

"Biarkan mereka tumbuh dewasa dan diberi kesempatan berkembang, hingga nanti mereka matang dan layak memasuki pentas politik kebangsaan ini," ujarnya.

KPAI juga melihat pentingnya sikap persuasif, dengan mencegah sejak dini.

Ketika aparat menemukan anak 0 – 18 tahun di aksi jalanan, para petugas diharapkan melakukan pendekatan persuasif, disampaikan kepada masyarakat mengenai risiko yang bisa dialami.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved