Selasa, 5 Mei 2026

Lewat Film Solek, Fadly Ulum Angkat Fenomena Make Up dan Penghargaan Kepada Diri Sendiri

Gaya hidup masyarakat yang tidak lepas dari make up untuk menunjang penampilan, menjadi perhatian dari seorang sineas lulusan Institut Seni Budaya Ind

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Fadly Ulum (Tengah) dalam acara Beauty Talk saat membedah film Solek di Bandung Creative Hub 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gaya hidup masyarakat yang tidak lepas dari make up untuk menunjang penampilan, menjadi perhatian dari seorang sineas lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Fadly Ulum.

Terinspirasi dari fenomea tersebut, ia pun membuat film berjudul 'Solek'

Kendati film ini masih dalam tahap screening, namun masyarakat sudah menyambut positif penayangan karya Fadly Ulum ini.

Ia pun diundang berbagai acara untuk berbicara mengenai film ini.

Film Solek, kata Fadly Ulum, ingin memberikan pesan bahwa setiap orang harus menghargai dirinya sendiri.

"Yang ingin disampaikan dalam film Solek ini adalah make up memang kebutuhan tetapi bagaimana kita bisa bijak menggunakannya," ujar Fadly Ulum, kepada Tribun Jabar saat ditemui di Jalan Laswi No 7 kota Bandung, Kamis (27/6/2019).

Viral Foto Profesor Tokuda yang Disebut Pemegang Data Kecurangan KPU, padahal Dia Bintang Film Porno

Film Kabayan Terbaru dengan Artis Keira dan Rio Segera Tayang dan Akan Ikut Festival Dunia

Dalam filmnya, ia memberikan pesan agar kebutuhan make up tidak menjadi kebutuhan primer (utama), sementara masih banyak hal kebutuhan lainnya jauh lebih penting daripada make up.

Ada beberapa hal yang menarik dalam pembuatan film Solek itu.

Secara implisit, film tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan make up menjadi bagian dari dampak globalisasi.

Sehingga fenomena ini membuat berbagai disiplin ilmu saling terkait.

Fadly Ulum, Sutradara Film Solek
Fadly Ulum, Sutradara Film Solek (Tribun Jabar/Hilda Rubiah)

Fadly mengatakan bahwa untuk pembuatan film ini, ia banyak melakukan riset terlebih dulu.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu disalahkan dalam fenomena ini, baik dari segi dampak industri, media sebagai kambing hitamnya, budaya, atau juga opini personal lainnya.

Ia lebih ingin mengaitkan fenomena make up dari aspek psikologis individu agar menghargai diri sendiri dan tidak berlebihan.

Ia juga menyadari bahwa proses produksi film akan panjang karena ia ingin mengangkat sebuah fenomena.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved