Kasus Hoaks Petugas KPPS Mati Diracun

Rahmat Baequni Bantah Ingin Pecah Belah Bangsa, Tegaskan Hanya Mengutip dari Media Sosial

Ia kembali menegaskan apa yang dikatakannya bukan ucapan yang berasal dari pemikiranya.

Rahmat Baequni Bantah Ingin Pecah Belah Bangsa, Tegaskan Hanya Mengutip dari Media Sosial
Instagram @ustadzrahmatbaequni
Ustaz Rahmat Baequni 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BAN‎DUNG - Penceramah Rahmat Baequni yang ditetapkan tersangka ujaran kebencian oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar mengatakan ia hanya mengutip apa yang ada di media sosial terkait petugas KPPS diracun dalam ceramah di hadapan jemaah‎nya.

‎"Saya Rahmat Baequni, dengan ini saya menyatakan saya kooperatif ikuti jalani pemeriksaan. Tentang apa yang disampaikan (polisi), saya hanya mengutip saja dari pemberitaan yang viral di media sosial. Saya katakan jemaahnya juga sudah pada tahu itu ramai di media sosial," ujar Baequni di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6).

Ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 14 ayat 1 juncto Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, juncto Pasal 207 KUH Pidana juncto Pasal 45 ayat 2, Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia dibawa oleh penyidik dari kediamannya di Arcamanik Kota Bandung pada Kamis (20/6) pukul 23.00.

"Sekali lagi saya tidak bermaksud menyebar berita bohong hingga menciptakan kisruh di media sosial. Saya cinta tanah air dan bangsa ini dan enggak mungkin berusaha memecah belah bangsa ini," ujar dia

Ia kembali menegaskan apa yang dikatakannya bukan ucapan yang berasal dari pemikiranya.

"Intinya saya hanya mengutip apa yang ada di media sosial, saya konfirm lagi ke jemaah dan jemaah juga bilang iya‎. Saya katakan kita tunggu ini penyebabnya apa," ujar Baequni.

Upaya ia mengutip konten media sosial pun bukan inisiatif darinya. Menurutnya, ada jemaah yang menanyakan kebenaran soal petugas KPPS meninggal diduga diracun.

"Saat itu sedang rame di media sosial, ada jemaah yang bertanya ini gimana, akhirnya saya sampaikan berdasarkan informasi yang saya terima,. Itu yang saya maksudkan berdasarkan media sosial. Saya kira ada juga yang melakukan seperti saya tapi tdk terliput," ujar Baequni.

Pada kesempatan sama, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menerangkan kasus ini semula ditangani Direktorat Cyber Bareskrim Mabes Polri.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved