Moeldoko Sebut Informasi Petugas KPPS Meninggal Diracun Hoax, Sayangkan Pernyataan Baequni

Rahmat Baequni dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait ceramahnya tentang petugas KPPS meninggal karena diracun.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Moeldoko saat ditemui di Husein Sastranegara Bandung, Kamis (20/6/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan, informasi yang menyebutkan petugas KPPS meninggal karena diracun ‎adalah informasi hoaks.

"Kami sudah undang semua pihak terkait bahwa sudah sangat clear, meninggalnya teman-teman KPPS itu (bukan diracun) tapi status kesehatanya, meninggal wajar. Ini yang ngomong menteri (kesehatan) loh, meninggalnya diduga karena kecapean," ujar Moeldoko, di Bandung Kamis (20/6).

Namun, ia menyayangkan Rahmat Baequni menyampaikan itu ke publik dan diyakini sebagai kebenaran.

Rahmat Baequni dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait ceramahnya tentang petugas KPPS meninggal karena diracun.

Saat ini, kasusnya dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Jabar.

Sebelum Putusan MK, Rekonsiliasi Politik Diharap Sudah Tercapai, Moeldoko: Masyarakat Sudah Bosan

"Saya pikir begini ya, kami ini berpikir jujur dan berkata jujur. Apalagi yang bersangkutan (sebagai ustadz), ngomongnya jangan ngawur, saya harus tegas," ujarnya.

Ia meminta semua pihak untuk tidak menyampaikan informasi tidak pasti ke publik ‎dan membuat kegaduhan. Padahal faktanya tidak seperti yang disampaikan.

"Jadi jangan lagi di bahasanya itu justru meracuni, kasihan masyarakat dan kasihan keluarganya itu sudah rela," ujarnya.

Sementara itu, ‎penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar mendalami keterangan pengurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) sebuah mesjid, tempat Rahmat Baequni‎ menyampaikan petugas KPPS di Pemilu 2019 tewas diracun.

"Betul, sedang didalami. Saat ini sedang didalami pengurus DKM-nya," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi via pesan elektroniknya.

Kata dia, pihaknya menerima pelimpahan berkas perkara dari Mabes Polri.

Dari pelimpahan itu, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan.

Pihaknya juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Rahmat Baequni‎.

"Hasil penyelidikan untuk ditindaklanjuti. Belum ada rencana pemanggilan terhadap yang bersangkutan (Rahmat Baequni)," ujar Samudi.

Meski begitu, pihaknya akan mengagendakan pemeriksaan terhadap Rahmat Baequni.

"Nanti setelah diperiksa baru bisa menentukan ada atau tidaknya perbuatan pidana. Penyelidikan itu untuk mencari perbuatan pidananya," ujar dia.

Moeldoko Bantah Kecurangan Bagian dari Demokrasi, Ini Cerita yang Sebenarnya saat Pembekalan Saksi

Seperti diketahui, hoaks KPPS meninggal diracun awal mulanya beredar di Kota Bandung, disebarkan via Facebook dengan akun milik Dody Fajar.

Akun itu menyebarkan informasi bahwa petugas KPPS di Kelurahan Kebonjayanti Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung, meninggal karena diracun sianida.

"‎Bukan, itu hoaks. Kami sudah menerima laporan tersebut dari keluarga petugas KPPS tersebut," ujar Kapolsek Kiaracondong Kompol Asep Saepudin via ponselnya saat diwawancarai pada 10 Mei 2019.

Kapolsek menerangkan informasi sebenarnya dibalik kematian ‎petugas KPPS itu.

Kata dia, petugas KPPS bernama Sita Fitriati meninggal karena sebelumnya menderita penyakit TBC.

"Itu TBC sudah lama, sedang dalam berobat dia jadi anggota KPPS. Pada saat pencoblosan, dia ngedrop, pulang jam 12 siang. Sampai kemarin dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin nggak sembuh terus meninggal dunia," kata Asep.

Informasi yang menyatakan bahwa Sita meninggal karena diracun tidak bisa diterima akal sehat. Pasalnya, kepastian meninggal diracun harus didukung alat bukti medis.

"Kalau benar (diracun) kita pasti bertindak, justru ini hoaks," kata Asep.

Adapun informasi yang disebar di media sosial itu yakni :

"Ditemukam zat kimia C11H16NO2PS dalam tubuh korban KPPS, efek dari Racun....VX (nama IUPAC: O-ethyl‎ S-[2- (diisopropylmino) ethyl] methyphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun,"

Misteri Dalang Besar Rusuh 22 Mei, IPW Sebut Keluarga Cendana, Polri & Moeldoko Pernah Bilang Begini

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved