Petani Ikan Bahas Mesin Penghancur Eceng Gondok, di Cirata Pergerakan Perahu Sudah Tersendat
Tanaman eceng gondok yang semakin hari semakin tumbuh banyak di genangan Cirata, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Sebanyak tiga ratus petani ikan Cirata yang tergabung dalam perhimpunan petani ikan seluruh Indonesia berkumpul untuk membahas solusi pembersihan eceng gondok.
Tanaman eceng gondok yang semakin hari semakin tumbuh banyak di genangan Cirata, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Eceng gondok selain membuat kadar oksigen dalam air berkurang dan mengganggu pertumbuhan ikan, juga telah mengganggu pergerakan perahu dan sering mematahkan baling-baling karena banyak sampah, kayu, dan bambu yang tersangkut di dalamnya.
Ratusan petani tersebut juga membahas anggaran yang akan dilakukan secara swadaya dari para anggota petani ikan.
Ketua Perhimpunan Petani Ikan Seluruh Indonesia, H Hamdan, mengatakan bahwa pertemuan pertama ini menghimpun solusi dan ide yang dikeluarkan oleh semua petani ikan.
• Persib Bandung vs Tira Persikabo, Peluang Ezechiel N Douassel Buka Keran Gol di Liga 1 2019
• 2 Perahu Tabrakan di Waduk Cirata Purwakarta, Seorang Nelayan Tewas, Sempat Hilang 4 Jam
"Kami dengan rekan dan petani ikan membahas keberadaan eceng gondok dan bagaimana solusinya," ujar H Hamdan, Selasa (18/6/2019) di Jangari.
Ia mengatakan, sempat ada gerakan dari semua petani untuk membersihkan eceng gondok namun hanya berjalan tiga bulan.
"Lalu muncul lagi program Citarum harum, saat ini kami sejalan dan menuruti imbauan BBWC," katanya.
Menurutnya, pertemuan juga membahas solusi cara menanam ikan yang lebih bagus, bagaimana caranya agar kotoran dan eceng gondok supaya bersih.
"Kami akan adakan pertemuan lagi karena tahap selanjutnya ada penyusunan rencana termasuk pendanaan yang akan dilakukan secara mandiri," katanya.
• 30 Tahun Waduk Cirata, Pemasok Listrik untuk Jawa, Bali, dan Madura
Satu solusi yang mengemuka dari para petani adalah akan meluncurkan mesin pembersih eceng gondok di air. Hal itu dilakukan karena pembersihan secara manual cukup memakan waktu dan tak efektif.
"Dalam sehari eceng gondok bisa mencapai 10 ton, kami juga mencari solusi tempat pembuangannya," katanya.
Seorang petani ikan Cirata, Endang Hidayatullah (43), mengatakan keberadaan eceng gondok memang sudah mengganggu pergerakan perahu.
"Kami ingin ada solusi juga, pergerakan perahu juga sudah terganggu," katanya.
Ia berharap wakil rakyat yang terpilih saat ini bisa terjun ke lapangan dan melihat situasi petani ikan di Cirata terkini.
"Kepada perwakilan kami di dewan yang terpilih tolong lihat kami di lapangan dan tolong juga bantu program kami," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/eceng-gondok_20170416_123824.jpg)