Pilpres 2019

Skema Pengamanan di Mahkamah Konstitusi Saat Sidang Sengketa Pilpres, 12 Ribu Personel Dikerahkan

Agar sidang berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan, Polda Mtero Jaya melakukan sejumlah pengamanan.

Skema Pengamanan di Mahkamah Konstitusi Saat Sidang Sengketa Pilpres, 12 Ribu Personel Dikerahkan
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jumat (14/6/2019), sidang sengketa Pilpres 2019 berdasarkan gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai dilaksanakan.

Agar sidang berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan, Polda Mtero Jaya melakukan sejumlah pengamanan.

Dikutip Tribunjabar dari Tribunnews.com, Polda Metro Jaya menyiapkan 12 ribu personel untuk pengamanan jalannya sidang gugatan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, memastikan pihaknya dibantu oleh TNI.

Selain itu pemerintah daerah pun ikut serta membantu pengamanan sidang di MK.

"Pada prinsipnya TNI-Polri dan Pemda kita siap. Nanti juga akan ada rekayasa diberlakukan. Kita juga udah cek komunikasi dengan MK," ujar Argo di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019) dikutip Tribunjabar.id dari Tribunnews.com.

Argo juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan yang akan diterapkan saat jalannya sidang di MK.

Begitupun terkait skema mekanisme sidang sudah dikomunikasikan antara pihak kepolisian dan MK. 

 Jelang Sidang Gugatan Pilpres 2019, Polres Cimahi Cegah Masyarakat Pergi ke MK

Hal tersebut berkaitan dengan komunikasi ruangan mana yang akan digunakan untuk sidang.

Selain itu beberapa orang yang akan masuk ke dalam ruang sidang yang dibatasi, dan tidak semua bisa melihat langsung.

Halaman
1234
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved