Pasangan Lansia di Ciamis Ini Lumpuh, Ekonomi Sulit Tak Punya Kartu BPJS, Berobat Pun Alakadarnya
Tubuh Nini Sursih (65) kini bagai tinggal tulang dibalut kulit, kurus. Sementara Abah Endi (70), suaminya, agak lebih gemuk
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Tubuh Nini Sursih (65) kini bagai tinggal tulang dibalut kulit, kurus. Sementara Abah Endi (70), suaminya, agak lebih gemuk.
Pasangan suami istri tersebut sudah setahun ini nyaris tak pernah keluar rumah karena menderita lumpuh.
Aktivitas pasangan lansia itu kini nyaris hanya di atas kasur beralaskan verlag. Makan, minum bahkan buang air (ditampung) di atas kasur. Tidak kemana-kemana.
Nini Sursih dan Abah Endi tinggal di rumah panggung di Dusun Ciwahangan RT 04/10 Desa/Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Sehari-hari pasangan aki-nini itu diurus oleh keponakannya, Herni (45).
Termasuk menyuapi makan pasangan lansia tersebut setiap hari.
• Selama 6 Bulan di Garut Terjadi 49 Kali Kebakaran, Warga Diminta Waspada ke Depan Musim Kemarau
“Beliau tidak punya anak, sehari-hari diurus oleh keponakannya,” ujar Rudiat, warga Dusun Ciwahangan RT 04/10 yang juga tetangga Nini Sursih dan Abah Endi kepada Tribun Jabar, Jumat (14/6/2019) siang.

Nini Sursih mengalami lumpuh sejak setahun lalu diduga karena pengeroposan tulang. Sementara Abah Endi menderita lumpuh lebih dulu setelah mengalami kecelakaan terjepit kendaraan yang sedang bongkar muat material bangunan.
• Robert Alberts Puji Tira Persikabo, Namun Tetap Optimistis Maung Bandung Raih Hasil Maksimal
• Mulan Jameela Luapkan Rindu Pada Ahmad Dhani, Posting Lagu Ahmad Dhani Lewat Instagramnya
• Disdik Sosialisasikan PPDB ke 8 Titik di Kabupaten Majalengka
Untuk berobat, kedua lansia itu hanya mengandalkan obat dari mantri.
“Keduanya tidak memiliki kartu BPJS, juga tidak mendapat bantuan lainnya seperti PKH atau bantuan pangan non tunai (BPNT),” kata Rudiat.
Pihak keluarga, menurut Rudiat, sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terutama untuk pengobatan.

“Karena keterbatasan biaya, Abah Endi dan Nini Sursih hanya berobat ke mantri.
Mantrinya datang ke rumah. Bila ada bantuan pemerintah. Misalnya dapat BPJS, beliau kan bisa berobat ke dokter spesialis,” ujar Rudiat.
Menurut Rudiat, untuk berobat setiap minggunya, mantri datang ke rumah Aki Endi dan Nini Sursih yang bisa menghabiskan biaya Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per minggu.
“Bila ada BPJS tentu akan lebih ringan,” ujarnya.
• Persib B Hentikan Perburuan Pemain Eks Liga 1, Mau Maksimalkan Pemain yang Ada