Waspada, Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat, Sudah 18 Orang Meninggal Dunia
Meningkatnya kasus DBD dikarenakan berbagai faktor, di antaranya tidak ada kesadaran hidup sehat dari masyarakat dan perubahan cuaca ekstrem
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon meningkat pada semeter pertama ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, hingga awal Juni ini, ada peningkatan kasus DBD dibandingkan tahun 2018.
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, hingga Juni 2019, ada sebanyak 846 orang terjangkit DBD.
Hal itu disebabkan trend DBD mengalami peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan dengan tahun 2018.
“Tahun ini memang meningkat. Sampai bulan Juni saja tercatat sudah sebanyak 846 orang,” katanya saat ditemui di Sumber, Cirebon, Rabu (12/6/2019).
Di tahun 2017, Dinkes mencatat sebanyak 11 orang yang meninggal dunia akibat terjangkit kasus DBD.
Sedangkan hingga Juni 2019, sebanyak 18 orang meninggal dunia.
Meningkatnya kasus DBD itu, kata Enny, dikarenakan berbagai faktor, di antaranya tidak ada kesadaran hidup sehat dari masyarakat dan perubahan cuaca ekstrem.
"Jumlah 846 kasus DBD itu, belum sepenuhnya terjangkit DBD, melainkan masih terindikasi gejala DBD," kata Enny.
Beberapa kecamatan yang mengalami kasus DBD di Kabupaten Cirebon yakni Kecamayan Gegesik, Kedawung, Gunungjati, Ciledug, Babakan, Suranenggala, Karangsari, Palimanan, Klangenan, dan Arjawinangun.
"Di kecamatan-kecamatan itulah, penyebarannya. Kita selalu memantau terus dengan melakukan berbagai upaya pencegahan,” ucapnya.
Ia memgaku sudah melakukan berbagai upaya pencegahan kasus DBD, mulai dari pembersihan sarang nyamuk serta fogging.