Warga Desa Karangreja Ini Akui Belum Mendapat Bantuan Penanganan DBD dari Dinkes Kabupaten Cirebon

Oji Sudrajat (40), warga Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, mengaku belum mendapatkan bantuan penanganan DBD dari Dinkes Kabupaten Cirebon.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Dedy Herdiana
Pixabay.com
Ilustrasi: Nyamuk penyebab DBD. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Oji Sudrajat (40), warga Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, mengaku belum mendapatkan bantuan penanganan DBD dari Dinkes Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, selama delapan hari, anaknya, Nur Ossy Novyhasella, harus mendapatkan perawatan medis akibat DBD yang dideritanya.

"Kemarin baru pulang dari rumah sakit. Sekarang keadaannya berangsur membaik," kata Oji saat dihubungi, Rabu (12/6/2019).

Ia menambakan, di desanya ada 10 orang yang dinyatakan positif DBD, termasuk anaknya.

Angka Kasus DBD Meningkat di Cirebon, Dewan Minta Dinkes Belajar dari Kejadian Lima Tahun yang Lalu

10 orang tersebut, lanjut kata Oji, dirawat di rumah sakit yang berbeda.

"Ada yang terserang DBD sebelum dan setelah lebaran. Namun sampai saat ini belum mendapat perhatian dari Dinkes," kata dia.

Oji berharap agar Dinkes segera menangani kasus DBD dengan berbagai upaya yang dapat dilakukan.

Waspada, Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat, Sudah 18 Orang Meninggal Dunia

"Belum ada fogging atau apapun. Semoga Dinkes bisa segera bertindak," katanya.

Seperti diketahui, hingga awal Juni 2019, ada sebanyak 846 yang terjangkit DBD di Kabupaten Cirebon.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved