Polisi Tangkap 5 Orang Pengeroyok Pasangan Lesbi di London

Pasangan lesbi asal Inggris, Melania Geymonat dan Chris, dilaporkan dikeroyok sekelompok orang di London pekan lalu.

Polisi Tangkap 5 Orang Pengeroyok Pasangan Lesbi di London
REUTERS/Lucy Nicholson via Kompas.com
Ilustrasi pasangan lesbian 

TRIBUNJABAR.ID, LONDON - Pasangan lesbian di Inggris, Melania Geymonat dan Chris, dilaporkan dikeroyok sekelompok orang di London pekan lalu.

Kini kepolisian Inggris pun berhasil menangkap pelaku pengeroyokan.

Kepolisian Metropolitan London pada Jumat (7/6/2019) menangkap empat remaja berusia antara 15-18 tahun dengan tuduhan terlibat dalam "serangan menjijikkan".

Dikritik soal Hukuman Mati bagi LGBT, Sultan Brunei Kembalikan Gelar dari Universitas Oxford

Dilansir AFP Sabtu (8/6/2019), polisi kembali mengumumkan menangkap seorang remaja pria berumur 16 tahun yang dituduh telah melakukan perampokan.

Geymonat mengisahkan dia dan Chris dikelilingi oleh para pelaku yang mulai bertindak kurang ajar dengan mulai menyebut mereka lesbian atau membahas posisi seks.

"Mereka juga mengklaim menyuruh kami berciuman sehingga mereka bisa menontonnya. Hal yang saya ingat adalah Chris sudah berkelahi dengan mereka," kata Geymonat dilansir BBC.

Warga negara Uruguay 28 tahun itu mengungkapkan, dia bermaksud menyelamatkan Chris dengan menariknya dari kerumunan ketika ada yang memukulnya hingga dia mengeluarkan darah.

Polisi menuturkan insiden itu terjadi pada 30 Mei dini hari waktu setempat ketika Geymonat dan Chris naik ke bus di utara London menuju kota tetangga Camden.

Keduanya dipukul beberapa kali sebelum para pelaku kabur dengan membawa tas dan ponsel. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Kepala Detektif, Andy Cox, menjelaskan dia sangat muak dengan kasus tersebut karena para pelaku memang sengaja menyasar dan menyerang Geymonat dan Chris.

"Saat ini detektif tengah mempelajari rekaman CCTV. Penyelidikan bakal digelar untuk melacak apakah ada individu lain yang terlibat," ulas Cox.

Insiden itu juga sampai ke telinga Perdana Menteri Inggris, Theresa May, di mana dia menyerukan penghentian kekerasan terhadap komunitas LGBT.

"Tidak ada yang harus menyembunyikan siapa mereka, siapa yang mereka cintai, dan kita harus bekerja sama menghapus perilaku kekerasan yang terjadi," kata May. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Dikecam Dunia Internasional, Sultan Brunei Batal Berlakukan Hukum Mati LGBT

Di Brunei, Pelaku LGBT dan Zina Bakal Dilempari Batu Sampai Mati

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved