Arus Balik Lebaran 2019

Korban Jiwa Arus Mudik Turun Drastis, Menhub Apresiasi Kepolisian

Hal tersebut adalah tantangan yang sempat dikatakannya pada tahun lalu mengenai kelancaran dan keselamatan di arus mudik lebaran 2019.

Korban Jiwa Arus Mudik Turun Drastis, Menhub Apresiasi Kepolisian
tribun jabar/Firman Wijaksana
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani meninjau pos terpadu Limbangan, Garut, Rabu (29/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengapresiasi sejumlah langkah pihak kepolisian pada arus mudik Lebaran 2019 ini.

Mulai dari beberapa rekayasa arus lalu lintas yang diberlakukan hingga turunnya angka kecelakaan dan korban meninggal dunia pada arus mudik kali ini.

Hal tersebut dikatakannya saat konferensi pers di Pos Pantau Jasa Marga, Ruas Tol Japek KM 70,  Karawang pada Jumat (7/6/2019).

"Yang patut kita bahagia adalah turunnya angka kecelakaan sebesar 62 persen. Dari tahun lalu mencapai 1178, tahun ini jadi 446. Serta korban meninggal dunia dari 254 jiwa saat periode arus mudik ini menjadi 102 jiwa," kata Budi menjelaskan.

Hal tersebut adalah tantangan yang sempat dikatakannya pada tahun lalu mengenai kelancaran dan keselamatan di arus mudik lebaran 2019.

Namun, tantangan tersebut teratasi dan terpenuhi dengan baik karena kemacetan yang terbilang tidak parah dan angka kecelakaan pun turun pada arus mudik Lebaran ini.

Meski demikian, ia mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak lengah karena arus balik Lebaran 2019 masih berlangsung hingga lima hari kedepan.

Selain kecelakaan dan korban jiwa, kelancaran arus mudik yang tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya bahkan dihari biasa diapresiasi oleh Budi.

Lancarnya arus musik, kata Budi bisa disebabkan juga karena adanya rekayasa lalin berupa Contraflow Hingga one way.

"One way ini berubah dari rencana awal yang hanya sampai Brebes, tapi oleh Korlantas (Irjen Pol Refdi Andri) diperpanjang hingga Kalikangkung, langkah itu patut diapresiasi," ucapnya.

Bahkan menurut data yang didapatkan oleh Budi, pada one way yang hingga KM 414 Tol Trans Jawa, 60 persen arus kendaraan melaju hingga titik terakhir one way.

Lalu sisanya, 40 persen arus kendaraan berbelok dan berhenti di sekitar Jawa Barat bagian Selatan atau Jawa Tengah bagian Selatan.

"Pada masa-masa biasa kecepatan kendaraan sekitar 30 kilometer per jam tapi ini (saat arus mudik) bisa dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Ada suatu kegiatan yang teratur dengan melakukan rekayasa berupa one way, contraflow, atau pembatasan kendaraan berat," ujar dia menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved