Mobil Berpelat 'Dewa' Gunakan Strobo dan Rotator Ditilang Atas Instruksi Kakorlantas Polri

Penilangan terhadap mobil berpelat nomor dinas dilakukan atas instruksi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri.

Mobil Berpelat 'Dewa' Gunakan Strobo dan Rotator Ditilang Atas Instruksi Kakorlantas Polri
Istimewa
Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penilangan terhadap mobil berpelat nomor dinas dilakukan atas instruksi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri.

Mobil yang disebut berpelat nomor 'dewa' tersebut ditilang karena konvoi menggunakan strobo dan rotator.

"Harus kami adakan razia, agar pengguna kendaraan bisa lebih tertib lagi, karena sesuai dengan aturan bahwa menggunakan aksesori atau identitas tersebut dilarang untuk masyarakat biasa," ujar Refdi dilansir dari Kompas.com, Minggu (2/6/2019) malam.

Kendarai Mobil Dinas dan Ikut Konvoi Gunakan Strobo dan Rotator, Pelajar Ini Ditilang Polres Bogor

Tak sedikit warga sipil bertindak seolah petugas atau pejabat negara ketika melintas di jalan raya.

Sebagai contoh, seorang pelajar yang menggunakan Toyota Fortuner berkelir hitam berpelat nomor pejabat polisi (3553-07) ugal-ugalan hingga contra flow di jalan raya Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa
Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa (Istimewa)

Belum lagi, banyak juga pengguna mobil biasanya model sport utility vehicle (SUV) semisal Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, hingga multi purpose vehicle (MPV) Toyota Kijang Innova milik masyarakat, biasa dipasang aksesori lampu strobo hingga rotator.

"Jelas itu sudah sangat menyalahi aturan yang berlaku. Harus ditindak tegas. Yang kita khawatirkan disalahgunakan oleh masyarakat biasa," kata jenderal bintang dua itu.

Menurut Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), lebih spesifik pada pasal 59, berbunyi kendaraan yang diperbolehkan menggunakan isyarat lampu adalah biru untuk kepolisian, merah untuk pemadam kebakaran dan ambulans, kuning untuk patroli jalan tol dan pengawas sarana dan prasarana.

Bagi yang melanggar, menurut ketentuan pidana pasal 287 ayat 4 dari UU No 22 tahun 2009 mengungkapkan pelanggaran ini dapat dikenakan hukum kurungan selama satu bulan dan denda maksimal sebanyak Rp 250.000.

(Kompas.com)

H-2 Lebaran, Jalur Pantura Indramayu Masih Didominasi Kendaraan Roda Dua, Kondisi Ramai Lancar

Tangani Kecelakaan Saat Mudik Secara Cepat, Jasa Raharja Siapkan Quick Rescue

Ada 6 Pemain Liverpool di Tim Terbaik Liga Champions 2018-2019, Disusul Ajax Amsterdam

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved