Neneng Hasanah Yasin cs Hari Ini Bakal Divonis oleh Majelis Hakim, Kelompok Penerima Suap Meikarta

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang memeriksa kasus suap perizinan proyek Meikarta‎ di Kabupaten Bekasi

Neneng Hasanah Yasin cs Hari Ini Bakal Divonis oleh Majelis Hakim, Kelompok Penerima Suap Meikarta
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Persidangan dugaan suap Meikarta dengan terdakwa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin cs 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang memeriksa kasus suap perizinan proyek Meikarta‎ di Kabupaten Bekasi, akan membacakan vonis untuk terdakwa penerima suap, Rabu (29/5/2019) siang.

Terdakwa penerima suap senilai Rp 16,8 miliar ini adalah eks Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala DPMPTSP Dewi Tisnawati, Kepala Dinas Damkar Sahat Banjarnahor, Kepala Dinas PUPR Jamaludin dan anak buahnya, Kabid Perumahan Neneng Rahmi Nurlaeli.

Persidangan akan dipimpin ketua majelis hakim Judijanto Hadilesmana, Tardi dan satu hakim adhoc tipikor, Lindawati.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut majelis hakim agar menyatakan eks Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dalam dakwaan kedua, Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan," ujar Yadyn, jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Rabu (8/5/2019).

Tiket Laga Semen Padang vs Persib Bandung Dinaikkan

Jaksa meyakini Neneng menerima suap sebesar Rp 10,630 miliar dan SGD 90 ribu terkait izin pengolahan dan peruntukan tanah (IPPT) dari Edi Dwi Soesianto dan Satriyadi dari Meikarta.

"Meminta hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 318 juta, mencabut hak politik pada Neneng," ujarnya.

Adapun empat terdakwa lainya yakni eks Kepala Damkar Sahat Banjarnahor, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili, dituntut enam tahun pidana penjara, denda Rp 200 juta.

Terdakwa Dewi Tisnawati diharuskan membayar uang pengganti Rp 80 juta subsidair 7 bulan dan Sahat Banjarnahor harus mengganti Rp 50 juta subsidair enam bulan.

Uang suap terbukti diberikan Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen, Taryudi atas perintah Billy Sindoro. Ke empatnya sudah divonis bersalah majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung.

Ada Adegan Ciuman dan Hinaan Fisik, MUI Minta Pesbuker Ramadhan Dihentikan, Ini yang Dilakukan ANTV

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved