Kondisi Jalur Alternatif Rancakalong Dekat Tol Cisumdawu, Ada Jalur Hot Wheels & Banyak Kelokan
Kondisi jalur alternatif Rancakalong. Ada jalur hot wheels dan daerah rawan longsor.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bila penggalan jalan Tol Cisumdawu jadi digunakan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2019, maka pemudik akan melewati jalur Rancakalong.
Ini karena pemudik akan keluar dari jalan Tol Cisumdawu selepas terowongan Tol Cisumdawu yang berada di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, dan berbelok ke Jalan Raya Rancakalong.
Bagaimana kondisi Jalan Raya Rancakalong sendiri? Tribun Jabar menyusuri jalur alternatif ini, Rabu (29/5/2019).
Di kilometer awal selepas keluar dari Tol Cisumdawu, pemudik akan melewati jalur 'hotw heels', jalur berkelok zigzag melewati empat jembatan penyeberangan di atas proyek Tol Cisumdawu.
"Sebenarnya kalau mau ke Sumedang dari Rancakalong ada dua jalan, tapi yang biasanya dipakai jalur mobil, ya, yang lewat Polsek Rancakalong," ujar Sunandar (37), warga Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan.
Jalur yang ditunjukkan Sunandar merupakan jalur Jalan Raya Rancakalong yang ruas jalannya lebih besar.

Jalur ini nantinya akan menuju pertigaan Rancakalong, pemudik yang menuju ke Subang bisa belok kiri, sementara pemudik yang menuju Sumedang maupun Cirebon bisa belok ke kanan.
Ada pun jalurnya relatif baik, tapi terdapat gelombang di beberapa titik.
Semakin menjauhi Kecamatan Pamulihan, titik jalan bergelombang semakin banyak.
Selain itu banyak pembatas jalang yang kondisinya kurang layak, mulai dari penyok, rusak, hingga terlepas.
Tak hanya itu, di wilayah Desa Sukasirna, Kecamatan Rancakalong, masih ada ruas jalan yang terdampak longsor dan belum selesai perbaikannya.
Bila kendaraan, terutama kendaraan roda empat, melewati titik ini, harus bergantian dengan kendaraan dari arah berlawanan karena jalan hanya dapat dilalui satu kendaraan roda empat.
Pengemudi pun harus ekstra hati-hati karena kontur jalannya yang memiliki banyak kelokan tajam, di beberapa titik kelokan kendaraan dari arah berlawanan tak terlihat.
"Jalannya memang lebih susah dibanding Jalan Cadas Pangeran, tapi pemandangannya lebih bagus," ujar Sunandar.