Kerusuhan di Jakarta

Mengaku Jadi Target Pembunuhan, Moeldoko: Risiko Tugas, Biasa

"Apa yang mau dikomentari ya? Itu kan maunya dia (teroris). Kalau kita mah, ya itu risiko dari tugaslah. Biasa," ujar Moeldoko saat dijumpai di kantor

Editor: Theofilus Richard
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, saat hadir dalam acara deklarasi JoSmart di Graha Wisata Niaga Jalan Slamet Riyadi Solo, Sabtu (26/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satu di antara pejabat negara yang disebut Kapolri, Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian, sebagai target pembunuhan saat kerusuhan di Jakarta, Rabu (22/5/2019) adalah Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Menanggapi hal tersebut, menurut Moeldoko, ancaman sudah menjadi risiko pekerjaannya.

"Apa yang mau dikomentari ya? Itu kan maunya dia (teroris). Kalau kita mah, ya itu risiko dari tugaslah. Biasa," ujar Moeldoko saat dijumpai di kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Meski demikian, ia tetap tidak mau lengah.

Sejak pekan lalu, Moeldoko mendapat pengamanan tambahan sebanyak dua orang yang berasal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

BREAKING NEWS: Kapolri Ungkap Nama-nama Pejabat Target Pembunuhan Aktor Penyusup Aksi 22 Mei

Secara bergantian, kedua personel Kopassus tersebut mengikuti Moeldoko di dalam berkegiatan sehari-hari. Sebenarnya, Moeldoko tidak terlalu suka dikawal seperti itu.

Tetapi mengingat situasi seperti ini, ia hanya bisa pasrah dan mengikuti melekatnya pengamanan tambahan itu.

"Tapi pada dasarnya saya enggak terlalu pusing dengan yang kayak begitu-begitu. Cukup yakin saja saya," ujar mantan Panglima TNI tersebut.

Moeldoko mengatakan, target kelompok teroris adalah mereka yang lantang dalam menegakkan kedaulatan negara.

"Bagi saya, yang kita tegakkan ini kedaulatan negara. Tidak ada yang lain. Wong ini saya dilahirkan sebagai prajurit untuk itu, sekarang pun enggak berubah. Jadi siapa saja yang nyata-nyata mengganggu kedaulatan negara, itu sudah tugas kami," ujar Moeldoko. (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

Reaksi Wiranto Disebut Kapolri Jadi Target Pembunuhan, Anggap Itu Ancaman Serius Lemahkan Pejabat

Kapolri sebut 4 pejabat negara jadi target pembunuhan

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian akhirnya mengungkapkan nama-nama yang jadi target pembunuhan oleh aktor yang menyusup ke dalam aksi 22 Mei 2019.

Tito Karnavian menjelaskan, nama-nama target pembunuhan itu didapat berdasarkan pemeriksaan kepada tersangka.

"Ini hasil pemeriksaan kepada tersangka bukan karena informasi intelijen. Mereka menyampaikan nama. Satu betul, Pak Wiranto, Pak Luhut, Pak Kabin (Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi Purn. Budi Gunawan), dan keempat itu Gories Mere," ujar Tito Karnavian dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Kemudian, kata Tito, ada satu nama lagi yang diincar dalam target pembunuhan itu.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved