Bulan Ramadhan 1440 H

Menengok Ratusan Tenda Jamaah Sambut Malam Lailatul Qadar di Masjid Habibburrahman

Pemandangan unik terlihat di Masjid Habibburrahman yang berlokasi di Kapten Tata Natanegara, Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/5/2

Menengok Ratusan Tenda Jamaah Sambut Malam Lailatul Qadar di Masjid Habibburrahman
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Pemandangan unik terlihat di Masjid Habibburahman yang berlokasi di Kapten Tata Natanegara, Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/5/2019). Sekitar 300 tenda berbagai macam warna terpasang berjajar di sekitar selasar dan halaman masjid tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulih Anwari

TRIBUN JABAR.ID, BANDUNG - Pemandangan unik terlihat di Masjid Habibburrahman yang berlokasi di Kapten Tata Natanegara, Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/5/2019).

Sekitar 300 tenda berbagai macam warna terpasang berjajar di sekitar selasar dan halaman masjid tersebut.

Memasang tenda di Masjid Habibburrahman merupakan tradisi menjelang 10 hari terakhir dibulan puasa untuk melakukan itikaf menyambut malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

Ketua Panitia Ramadhan Masjid Habibburrahman PTDI, Satya Krisnawan, mengatakan kegiatan itikaf dengan memasang tenda tersebut dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar yang sudah diselenggarakan selama belasan tahun yang lalu, dan para jamaahnya berasal diluar Kota Bandung.

"Masang tenda disini menjadi tradisi Masjid Habibburrahman sudah dilakukan sekitar 17 tahun lalu mengadakan itikaf intensif di sini. Jamaah dari luar Kota Bandung, dari Jakarta Bogor, Tangerang bahkan dari diluar pulau Jawa yaitu ada di Batam, " ujar Satya saat ditemui Tribun Jabar di Masjid Habibburrahman, Senin (27/5/2019).

Cerita Diturunkannya Malam Lailatul Qadar kepada Umat Muhammad SAW, Bumi Sempit oleh Jutaan Malaikat

Satya mengatakan pihaknya yang menyediakan tempat untuk para jamaah yang ingin bermalam malam di Masjid Habibburrahman ini bisa memasang tenda dan mengajak keluarga agar lebih khusyuk dan konsentrasi dalam menjalankan itikaf menyambut malam Lailatul Qadar.

Seperti diketahui, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih utama dari 1000 bulan.

Satya mengatakan, Itikaf ini menjadi suatu keunikan di Indonesia, lantaran bisa bermukim menggunakan tenda dan berkegiatan 24 jam nonstop.

"Kegiatan di sini 24 jam mulai dari ceramah subuh, ada pembelajaran tahsin Alquran, ceramah dzuhur. Tahun ini temanya, 'Bagaimana Menghafal dan Mencintai Alquran', ada kajian terkait ilmu hadis, Waktu Isya ada ceramah, tarawih, pukul 22.00 WIB malam istrahat. Pukul 00.00 ada Qiamullail Lail, tahun ini dibimbing ulama dari Yaman," ujarnya.

Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar dan Doa yang Harus Dibaca Menurut Ustaz Khalid Basalamah

Satya mengaku, jamaah akan membludak di malam ganjil 10 hari terakhir puasa dan bisa mencapai 6000 jamaah sedangkan kapasitas di Masjid Habibburrahman ini bisa menampung sekitar 12.000 jamaah.

Jamaah tidak dipatok harga tertentu untuk mendirikan tenda di dalam area masjid, tetapi jamaah dapat memberi infaq.

"Tentunya kita ketahui Ramadhan adalah pesantren yang mendidik kita, setelah keluar dari bulan Ramadhan kita menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan terus berinteraksi dengan alquran dan hadis serta pembelajaran islam, " ujarnya.

Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Menurut Syekh Ali Jaber, Perbanyak Amal Saleh

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved