VIDEO Bupati Cirebon Non Aktif Sunjaya Menangis Mendengarkan Vonis Hakim

"Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta dengan ketenuan jika tidak dibayar, diganti dengan kurujngan selama 5 bulan," ujar Fuad.

Bupati Cirebon nonaktif Sunjaya Purwadisastra divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi suap sebagaimana Pasal 12 huruf b‎ Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (22/5).

"Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta dengan ketenuan jika tidak dibayar, diganti dengan kurujngan selama 5 bulan," ujar Fuad Muhammadi, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jlannya persidangan.

Vonis hakim lebih rendah di‎banding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana selama 7 tahun. Hakim mengabulkan tuntutan jaksa yang meminta pencabutan hak tertentu pada Sunjaya.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak dipillih 5 tahun sejak jalani pidana pokok," ujar dia.

Pantauan Tribun, Sunjaya tampak menangis sesegukan saat Fuad membacakan amar putusan tersebut. Sunjaya sesegukan menangis dengan kepala menunduk, Fuad sempat menegurnya.

"Saudara jangan menunduk, perhatikan amar putusannya," ujar Fuad. Kepala Sunjaya pun tampak kembali tegak.

Dalam pertimbangannya‎, hakim menyebut Sunjaya terbukti menerima suap/gratifikasi dari ASN Pemkab Cirebon yang hendak promosi jabatan dengan memberikan uang mulai dari Rp 10 juta hingga 50 juta secara berulang dengan total Rp 1,7 miliar lebih.

Dalam pembelaanya, Sunjaya berdalih bahwa ia terpaksa menerima uang itu untuk operasional kordinasi para pimpinan daerah mulai dari kapolres, kepala Kejari, ketua dprd dan unsur lainnya. Kata Sunjaya, uang digunakan untuk pengamanan LSM dan ormas.

Hanya saja, dalam pertimbangannya, hakim mengenyampingkan alasan tersebut dan menganggapnya bukan alasan pembenar.

Selama menjabat, Sunjaya juga tidak melarang anak buahnya untuk tidak memberikan gratifikasi.

"Bahwa terdakwa dianggap sengaja menerima uang tersebut karena sudah jadi kebiasaan menerima uang-uang promosi," kata hakim.

Video dan artikel lainnya klik link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=K8AWmwq48F0&feature=youtu.be
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Mega Nugraha
Editor: yudix
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved