Aksi 22 Mei 2019
VIDEO-Polisi Amankan 5 Anggota Ormas, Diduga Hendak Ikut Aksi 22 Mei
LIMA anggota ormas yang hendak ikut aksi 22 Mei diamankan polisi saat hendak naik bus. Diberi penjelasan kemudian dipersilakan pulang...
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
ORMAS. Kepolisian Resor (Polres) Sumedang mengamankan lima orang anggota ormas yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di kantor Bawaslu dan KPU Pusat, di Jakarta.
Lima orang yang bergerak dari arah Garut ini, diamankan oleh aparat kepolisian di Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin malam (20/5/2019).
Kelima orang tersebut yakni, HAS (33), warga Dusun Pangsor, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung; Kabupaten Sumedang; T (21), warga Kampung Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung; dan Sobandi (19), warga Dusun Cikelek, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung.
Kemudian AK (37), warga Dusun Cilaku, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, dan R (18), Warga Kampung Cilimus Jangkung, Kecamatan Cimanggung.
Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, mengatakan, lima orang tersebut diamankan dalam rangka meminimalisasi massa yang akan melakukan unjuk rasa di Jakarta.
Hartoyo mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya benda mencurigakan yang dibawa oleh kelima orang tersebut, hanya perbekalan makanan serta pakaian.
"Kami lakukan pemeriksaan dan memberikan wawasan kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi, setelah itu dipersilakan untuk kembali tempat masing-masing," kata AKBP Hartoyo di Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, Selasa dini hari (21/5/2019).
Sebelum diamankan oleh kepolisian, lima orang yang mengenakan jaket ini baru saja turun dari angkutan kota hendak ke Jakarta menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) tujuan Garut-Jakarta.
Namun saat hendak menaiki bus tersebut, aparat kepolisian yang tengah melakukan razia kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD), segera menanyakan kelima orang itu.
"Mau kemana ?" tanya seorang anggota polisi di lokasi operasi KKYD.
"Mau ke Jakarta, Pak," jawab seorang dari rombongan tersebut.
Setelah memeriksa telepon genggam seorang peserta rombongan, polisi menemukan adanya pesan berantai ajakan untuk melakukan aksi 22 Mei.
• KPU Umumkan Hasil Final, TKN Imbau Pendukung Jokowi-Maruf Amin Tak Bikin Massa Tandingan di 22 Mei
• Ini Alasan KPU Percepat Hasil Rekapitulasi Suara Pemilu 2019, Rencana 22 Mei Ditetapkan Tadi Subuh