Puncak Arus Mudik Diprediksi 31 Mei, Kendaraan yang Lintasi GT Cikampek Utama Diperkirakan 130 Ribu

Namun, karena GT Cikarang Utama dipindahkan ke Cikampek Utama, peningkatan volume kendaraan itu tidak akan menumpuk di satu tempat.

Puncak Arus Mudik Diprediksi 31 Mei, Kendaraan yang Lintasi GT Cikampek Utama Diperkirakan 130 Ribu
ISTIMEWA
Akses Gerbang Tol Cikarang Utama yang akan dihapus mulai tanggal 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Jumlah pemudik yang melintasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Tol Jakarta-Cikampek diprediksi meningkat pada tahun 2019 ini. Hal itu menyusul harga tiket pesawat yang dinilai masih mahal.

Namun, karena GT Cikarang Utama dipindahkan ke Cikampek Utama, peningkatan volume kendaraan itu tidak akan menumpuk di satu tempat.

Meski demikian, General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman menerangkan, kendaraan yang melintasi GT Cikarang Utama akan mencapai puncaknya pada H-5 Lebaran atau Jumat 31 Mei 2019.

"Volumenya sekitar 125.000 kendaraan. Lebih banyak ketimbang tahun lalu sekitar 130.000-an kendaraan. Tapi, tahun ini tidak ada transaksi di GT Cikarang Utama," kata Raddy, Senin (20/5/2019).

Sementara pada puncak balik H+3 Minggu 9 Juni 2019, GT Cikarang Utama akan dilintasi 150.000 kendaraan.

Adapun volume kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama di KM 70 pada periode puncak mudik diprediksi mencapai 90.000 unit.

Hal ini seiring berlakunya sistem one way, yang memungkinkan terjadinya "pemecahan" kepadatan ke dua arah, Bandung dan Cirebon.

"Sedangkan puncak balik kami prediksi sebanyak 98.000 kendaraan," tambah Raddy.

Selain harga tiket yang mahal, Raddy melanjutkan, peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi darat via jalan tol juga disebabkan karena adanya rencana penerapan sistem satu arah atau one way oleh pemerintah pada 30 Mei-2 Juni saat arus mudik dan 8-10 Juni saat arus balik.

Sistem one way ini akan berlaku mulai dari KM 29 di Cikarang Utama hingga KM 262 di Brebes Barat saat arus mudik.

Sementara saat arus balik, one way berlaku mulai dari KM 189 Palimanan hingga KM 29 Cikarang Utama.

Menurut Raddy, dengan rencana tersebut, kapasitas gardu tol yang ada saat ini kurang mencukupi. Apalagi dengan adanya pekerjaan konstruksi yang mengakibatkan jumlah gardu tol di GT Cikarang Utama semakin berkurang.

Dengan begitu, pemerintah memindahkan GT Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 67.

Hal itu dilakukan untuk memisahkan pergerakan kendaraan yang akan menuju wilayah timur Jawa dan Bandung. Dengan harapan, kepadatan di GT Cikarang Utama akan lebih terdistribusi dengan pemisahan gerbang tol ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puncak Mudik 31 Mei, Cikarang Utama Bakal Dilintasi 150.000 Kendaraan" 

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved