Eks Komandan NII: Teroris Cari Peluang Bikin Konflik agar Ada Alasan Sudutkan Pemerintah dan Aparat

Jadi, dia tegaskan, Din diartikan bukan agama. Tapi Din diartikan sebagai sebuah negara atau pemerintahan.

Eks Komandan NII: Teroris Cari Peluang Bikin Konflik agar Ada Alasan Sudutkan Pemerintah dan Aparat
TribunSolo.com/Agil Tri
Ken Setiawan, mantan anggota NII sekaligus ketua NII Crisis Center saat wawancara dengan wartawan di hotel Best Western Solo Baru, selasa (18/12/2018) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Setiap konflik adalah peluang dan iklan gratis bagi teroris.

Cukup aneh memang tapi itu yang diungkapkan mantan Komandan Negara Islam Indonesia (NII) dan Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan kepada Tribunnews.com, Sabtu (18/5/2019).

Menurut mantan ahli rekrut teroris ini, dari dulu para pelaku teroris mencari peluang untuk membuat konflik agar ada upaya untuk menyudutkan pemerintah dan aparat.

"Karena, pemerintahan itu adalah buah dari sebuah demokrasi yang dianggapnya syirik dan bertentangan dengan hukum Islam," ujar Ken.

Ken menjelaskan, teroris itu tidak beragama, apalagi bermadzhab.

Jadi, dia tegaskan, Din diartikan bukan agama. Tapi Din diartikan sebagai sebuah negara atau pemerintahan.

Dan Dinullah diartikan Negara Islam atau Khilafah Islam atau pemerintahan Islam.

"Banyak kita lihat upaya provokasi oleh kelompok radikal kepada masyarakat baik di dunia maya maupun dunia nyata. Agar masyarakat terpeceh belah dan ini disambut baik oleh pihak yang memang berseberangan dengan pemerintah," ucapnya.

Dengan hoax dan pembetukan opini publik bahwa keadaan sudah tidak aman karena pemerintah telah dianggap dzalim terhadap umat Islam, kata dia, ini menjadi semacam ada simbiosis mutualisme, saling memanfaatkan karena punya tujuan yang sama dalam hal menyudutkan pemerintah.

Karena itu, menurut Ken, tanggal 22 Mei mendatang adalah iklan gratis dan ladang jihad.

Sebab lanjut dia, tidak perlu membuat berita hoax kalau bakal ada konflik besar.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved