Minggu, 17 Mei 2026

Menjelang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019, Ruas Jalan Cirebon-Bandung Masih Bergelombang

Menjelang arus mudik serta balik lebaran 2019, jalur tengah Jawa Barat, ruas Jalan Raya Cirebon-Bandung

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Menjelang arus mudik lebaran, jalan masih bergelombang di Jalur Cirebon-Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Menjelang arus mudik serta balik lebaran 2019, jalur tengah Jawa Barat, ruas Jalan Raya Cirebon-Bandung di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, masih mengalami kerusakan di beberapa titik.

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (17/5/2019), di sepanjang Jalan Raya Cirebon-Bandung, kerusakan yang banyak terlihat di jalur tersebut yakni aspal bergelombang, dengan ketinggian lima sampai 15 sentimeter.

Pengendara yang melintas dari arah Bandung menuju Cirebon atau sebaliknya, terpaksa menurunkan laju kecepatan kendaraan, untuk menghindari beberapa titik gelombang di jalan tersebut.

Titik gelombang paling terlihat, berada di sekitar Jembatan Sungai Cikeruh Desa Hegarmanah, gelombang tersebut berada di hampir seluruh badan jalan.

Jalan yang menjadi penghubung antar kota ini pun kerap dilintasi oleh sejumlah kendaraaan besar atau truk pengangkut material pasir dan batu, truk tersebut berjenis fuso hingga tronton.

Seorang pengendara, Suci Amaliah (27) mengatakan, adanya banyak gelombang di sepanjang jalan tersebut, membuat beberapa pengendara terpaksa menurunkan laju kecepatan kendaraan dan menyebabkan kemacetan terutama pagi serta sore hari.

Si Drakula Robert Pattinson Jadi Kandidat Terkuat Pemeran Batman Teranyar

Ia menambahkan, pada saat jalan dalam kondisi ramai lancar, kerusakan tersebut pun dianggap membahayakan karenan menyebabkan guncangan, terutama pengendara roda dua.

"Sangat membahayakan, apalagi jalan ini ramai dan berada di kawasan pendidikan," kata Suci warga Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, di Jalan Raya Cirebon-Bandung, Jumat (17/5/2019).

Pada waktu malam hari, para pengendara pun kerap mengeluhkan kondisi jalan semakin berbahaya, karena seluruhnya tidak dijangkau oleh lampu penerangan jalan umum (PJU).

Warga Desa Hegarmanah, Asep Anwar (45), mengatakan, kerusakan di jalur tersebut bukanlah pemandangan baru dan terus terjadi walau rutin diperbaiki oleh pemerintah setempat.

"Truk besar setiap hari, mau pagi atau sore banyak lewat jalan sini. Mungkin itu salah satu penyebabnya," katanya.

Tersangka Muhammad Aufar Tulis Peopel Power dan Korban Tewas 200 Orang, di Depan Polisi Menciut

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved