Bulan Ramadhan 1440 H

6 Kuliner Nusantara Khas Ramadan, Hanya Ada Saat Bulan Ramadan

Beberapa daerah di Indonesia memiliki kuliner khas yang hanya ada saat bulan Ramadan, apa saja? Simak daftarnya.

6 Kuliner Nusantara Khas Ramadan, Hanya Ada Saat Bulan Ramadan
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Jalan Sudirman Kota Bandung, banyak tersedia kuliner. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kuliner nusantara tak pernah habis ragamnya. Kuliner nusantara juga memiliki kekhasan masing-masing.

Satu diantara khasnya itu adalah hanya ada saat bulan Ramadan saja, sedangkan dibulan-bulan lain akan sulit ditemukan.

Kuliner Nusantara ini mejadi kudapan yang meramaikan suasana Ramadan di setiap daerahnya.

Apasaja kuliner khas Ramadan tersebut? berikut daftarnya yang dilansir Tribunjabar.id dari TribunTravel.com. 

Berburu Kuliner Nusantara Malam Hari di Warung Ini, Harga Mulai Rp 2 Ribuan

1. Mie Golosor 

Mie Golosor merupakan kudapan berbuka puasa khas Kota Bogor. Mie Golosor hanya ada saat bulan Ramadan.

Di bulan-bulan lainnya, mie golosor sulit ditemukan, sehingga sajian ini sangat diburu selama bulan Ramadan.

Bahan dasar yang digunakan membuat mie berasal dari pewarna alami yaitu kunyit.

Tekstur mie golosor ini lembut, dan mengalir lancar ke dalam tenggorokan.

Mie golosor ini mudah dicerna, sehingga ciri khas tersebut yang membuat mie ini dinamakan mie golosor.

2. Bingka Barandam 

Bingka Ramadan merupakan sajian khas Ramadan yang berada di Kalimantan.

Kue ini hanya dapat ditemukan saat bulan Ramadan dan akan sulit ditemukan di bulan-bulan biasa.

Bingka Barandam menjadi menu wajib saat berbuka. Kue ini dicetak umumnya berbentuk bunga berkelopak enam.

Adapun Bingka Barandam yang dicetak dengan bentuk bundar atau dipotong persegi. 

Dari Kuliner Nusantara Bercitarasa Pedas Hingga Harga Murah, Ini 5 Kelebihan Warung Oseng Mercon

3. Asida 

Asida merupakan kudapan Ramadan khas Ambon, dan merupakan olahan dodol Arab.

Asida atau sering kali disebut dengan Asidah merupakan makanan yang berasal dari Arab.

Asida memiliki rasa manis yang khas serta memiliki aroma yang khas dari kayu manis dan adas manis yang wangi.

Tekstur Asida tidak sekenyal dodol, hal tersebut karena Asida terbuat dari tepung terigu, bukan tepung ketan seperti dodol.

4. Tutut 

Tutut atau keong sawah menjadi sajian lezat nan bergizi yang ada di Kota Kembang, Bandung.

Selain lezat dan bergizi, rupanya tutut menjadi sajian khas Ramadan.

Sajian tutut disantap dengan cara disedot dengan mulut. Cara makan seperti itulah yang menjadikan tutut sajian pilihan berbuka puasa.

Tutut dihidangkan dengan berbagai olahan bumbunya, mulai dari tutup pedas, tutut pedas manis, hingga tutut manis. 

Rekomendasi Kuliner di Jalur Selatan Banyumas dan Purwokerto, dari Soto sampai Sate

5. Bubur samin 

Bubur Samin di Solo menjadi bubur khas yang hanya ada pada bulan Ramadan dan hari raya umat Islam saja.

Berbeda dengan bubur samin yang sudah menjadi menu sehari-hari di Banjarmasin.

Setiap bulan Ramadan tiba, bubur samin di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo, selalu menjadi tujuan warga.

Setelah waktu Ashar, masyarakat Solo dan sekitarnya selalu mengantre untuk mendapatkan bubur samin khas Banjar tersebut.

6. Kolak Biji Salak 

Kolak Biji Salak menjadi sajian takjil yang hanya ada di Jakarta selama bulan Ramadan.

Sajian takjil manis ini menjadi olahan menu yang digemari dan dicari saat bulan Ramadan.

Kolak Biji Salak merupakan kolak asal Betawi. Dinamakan biji salak bukan berarti terbuat dari biji salak, namun karena bentuknya yang diolah mirip dengan biji salak.

Adonan kolak biji salak ini terbuat dari tepung terigu dan ubi jalar.

Biasanya biji salak tersebut disajikan dengan santan dan gula aren.

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Kisdiantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved