Seksi II Tol Cisumdawu Diupayakan Jadi Jalur Alternatif Saat Mudik, Dapat Diakses dari Rancakalong

Seksi II Tol Cisumdawu diupayakan sebagai jalur alternatif mudik. Dapat diakses dari Rancakalong sampai Sumedang.

Seksi II Tol Cisumdawu Diupayakan Jadi Jalur Alternatif Saat Mudik, Dapat Diakses dari Rancakalong
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Kondisi proyek Tol Cisumdawu di sepanjang titik terowongan Tol Cisumdawu di Pamulihan hingga di Blok Sabagi di Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengupayakan penggunaan Seksi II Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebagai jalur alternatif mudik tahun ini.

Jalan sepanjang 5,9 kilometer ini dapat diakses dari Rancakalong sampai Sumedang.

"Untuk yang sekarang itu paling sekitar 5,9 kilometer, khususnya yang kaitanya dengan yang di Rancakalong lalu masuk ke tunnel yang sedang diproses dan diperkirakan selesai tanggal 20 Mei 2019, dimungkinkan bisa dipakai," kata Iwa Karniwa.

Iwa mengatakan Seksi II Tol Cisumdawu bisa digunakan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran tahun ini.

Seksi Rancakalong-Sumedang ini dapat menjadi alternatif jalur Cadas Pangeran.

Iwa menambahkan, dalam membangun Tol Cisumdawu, pemerintah berkewenangan membangun Seksi I dan Seksi II, sepanjang 28,80 kilometer.

Adapun seksi III sampai seksi VI dibangun oleh PT Citra Karya Jabar Tol sepanjang 33,2 kilometer.

Pengadaan lahan untuk seksi I sudah 65,86 persen dan artinya proses pembangunan sudah bisa dilakukan. Seksi Cileunyi-Rancakalong ini sudah menjalani konstruksi 14,26 persen.

"Sedangkan Seksi II Rancakalong-Sumedang panjangnya 17,35 kilometer sekarang posisi terakhir pembebasan sudah 92 persen, konstruksi 81,71 persen. Seksi III sepanjang 4,5 kilometer Sumedang-Cimalaka pembebasan lahannya sudah 99,74 persen, konstruksinya sudah hampir 60 persen," kata Iwa.

Seksi IV, katanya, pengadaan lahan sudah 8,36 persen dan seksi VI pengadaan lahan sudah 16,17 persen. Diharapkan seksi I sampai III, yakni Jatinangor, Rancakalong, Sumedang, dan Cimalaka pada tahun 2019 selesai dan untuk total secara keseluruhan selesai 2020.

"Untuk Seksi II diharapkan Lebaran ini sudah bisa digunakan. Terowongan sudah selesai semua, sepanjang 471 meter, dari kiri ke kanan sudah selesai. Yang bisa dipakai Lebaran Rancakalong-Sumedang itu alternatif Cadas Pangeran, sudah bisa dilalui, bahkan mungkin sampai Cimalaka karena di situ macetnya," katanya.

Walaupun belum memadai, katanya, Seksi III bisa dilalui.

Makanya sangat membantu apabila seksi II dan III selesai jelang Lebaran.

Total anggaran sampai dengan pembangunan ini selesai diperkirakan menelan biaya konstruksi sebesar Rp 5,58 triliun dan pembebasan lahan Rp 4,8 triliun.

"Hanya memang Seksi I dan II dibiayai oleh pemerintah, dan seksi III sampai VI oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol). Panjang total 64 km, Bandung-Cirebon bisa ditempuh sekitar 45 menit. Nanti ke Kertajati ada tol sepanjang 2 km langsung tembus ke bandara. Jadi akses ke Kertajati sudah disiapkan baik Tol Cisumdawu maupun Cipali, nanti satu-satunya bandara yang dilalui jalan tol adalah Kertajati," ujarnya.

Hindari Kemacetan di Gerbang Tol Cipali Saat Mudik, Pemprov Jabar Usulkan Sistem Pascabayar

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved