John Kei Blak-blakan Cerita Saat Pertama Kali Membunuh Orang, Berawal dari Dendam karena Dipukul

Sosok John Kei begitu ditakuti banyak orang. Bagaimana tidak, ia adalah salah seorang preman kelas kakap.

John Kei Blak-blakan Cerita Saat Pertama Kali Membunuh Orang, Berawal dari Dendam karena Dipukul
ISTIMEWA
John Kei. 

TRIBUNJABAR.ID - Belum lama ini, wawancara Andy F Noya bersama John Refra alias John Kei, terpidana kasus pembunuhan Bos Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono viral di media sosial.

Dalam sesi wawancara bersama Andy F Noya, John Kei blak-blakan bicara soal kejahatan-kejahatannya terdahulu yang pernah ia lakukan.

Sosok John Kei begitu ditakuti banyak orang. Bagaimana tidak, ia adalah salah seorang preman kelas kakap.

Sosok John Kei sebagai preman yang ditakuti pun mempunyai julukan, yakni The Godfather.

Meski begitu, John Kei yang dulu bukanlah John Kei yang sekarang.

Kini, John Kei sang preman yang menakutkan dan dikenal kejam telah berubah menjadi sosok yang lebih baik setelah mendekam di penjara Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam wawancara eksklusif Andy F Noya pada acara Kick Andy, John Kei memberikan kesaksian tentang perjalanan hidupnya selama di mendekam di penjara Nusakambangan.

Adapun John Kei, pria kelahiran 10 September 1969 lahir asal pulau Kei, Ambon, Maluku Tenggara mengatakan kepada Andy F Noya bahwa masa kecilnya dilalui dengan kemiskinan.

John Kei dan Andy F Noya
John Kei dan Andy F Noya (CAPTURE @Kick Andy Show)

"Saya lahir dari keluarga yang merupakan petani, bapak saya petani, ibu saya petani, miskin. Masa kecil saya setiap pulang sekolah, senior-senior kita adu kita untuk berantem (bully), kalau berantem, kalau satu kalah, udah jadi dua lawan satu, jadi dari kecil saya sebenarnya sudah hobi berantem," kata John Kei pada tayangan Kick Andy yang diunggah di situs Youtube, Jumat (12/4/2019).

Menurut John Kei, masa kecilnya pahit, karena harus melalui kemiskinan, dan bully.

Halaman
1234
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved