Persib Bandung

Srdjan Lopicic Blak-blakan Pemutusan Kontraknya di Persib, ''Kenapa Saya Dibuang di Jalan Sendiri?''

Srdjan Lopicic menceritakan semua kejadian yang menimpanya selama empat bulan bermain di Persib. Berikut petikan wawancara esklusif bersama Tribun.

Srdjan Lopicic Blak-blakan Pemutusan Kontraknya di Persib, ''Kenapa Saya Dibuang di Jalan Sendiri?''
TRIBUN JABAR/FERDYAN ADHY NUGRAHA
Pemain asing baru Persib Bandung, Srdan Lopicic saat ditemui setelah berlatih di Lapangan Sepak Bola Saraga ITB, Kamis (14/2/2019). 

Lucu. Padahal, setiap kali saya main, Persib tidak pernah kalah. Dua kali main lawan Arema dan dua kali lawan Persiwa Wamena.

Tapi di media sosial selalu seperti itu. Bukan semua bobotoh, tapi satu kelompok saja. Terima kasih juga ada bobotoh yang dukung saya.

Di Batam ada banyak bobotoh, tapi saya tidak ada masalah apa-apa, mereka dukung saya. Mereka bilang jangan dengarkan.

Tapi di media sosial seperti mencari masalah. Ini bukan masalah kualitas, karena dari awal saya tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas, menurut saya.

Apakah Anda merasa manajemen juga tak mendukung Anda di Persib?

Lebih bagus itu tanya sama manajemen. Saya tidak bisa bicara ini. Kontrak saya satu musim hingga 31 Desember, tapi kami sudah cari jalan terbaik.

Siapa yang pertama kali menginformasikan bahwa Anda tak akan di tim lagi? Kapan? Apa alasannya?

Pak Teddy, saya ketemu dia di Jakarta sekitar tujuh hari yang lalu. Dia orang baik. Oke, saya bilang itu keputusan dari pelatih atau manajemen, tidak apa-apa. Kalau itu yang terbaik untuk tim, saya hormati.

Manajemen juga kasihan kalau ada pemain yang terus diteror selama empat bulan, tapi saya tidak peduli.

Saya bekerja keras, tapi kasihan istri. Saya kasihan keluarga saya di Montenegro. Bagaimana bisa mereka mengancam saya dan keluarga saya di Instagram? Tapi saya tahu itu anak-anak, saya tidak peduli.

Beda dengan istri saya, dia tidak bisa seperti itu.

Bagaimana istri dan keluarga Anda?

Ya, istri saya mengerti. Saya juga sedikit kecewa karena banyak orang yang menyerang istri saya ke media sosial Instagram. Mereka bilang kasar dan mengancam keluarga saya.

Tapi ketika saya lihat akun (media sosial) mereka, itu anak-anak, remaja usia belasan tahun.

Tapi ada juga yang mendukung saya, katanya jangan dengarkan, bobotoh memang seperti itu. Bobotoh yang mengerti sepak bola pasti akan mendukung kamu.

Saya sudah delapan tahun bermain di sini dan saya tidak main di tim kecil. Saya pernah bermain di tim-tim besar, saya bukan anonymous di sini.

Separah apa teror suporter ke keluarga Anda?

Mereka bilang akan membunuh saya dan kata-kata kasar lain, tapi saya tidak peduli. Berbeda dengan istri saya, dia perempuan.

Sekarang, apa rencana Anda? Apakah akan cari tim lain di Indonesia?

Sekarang saya di sini sebentar. Memang waktu mepet. Transfer window kalau tidak salah sampai 9 Mei.

Memang banyak tim sudah komplet, tapi saya masih tunggu karena Malaysia juga sudah buka transfer window.

Kalau bisa, saya akan main. Kalau tidak, saya akan pulang untuk me-refresh diri saya. Sekali lagi, terima kasih buat semua bobotoh yang sudah mendukung saya selama ini. (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved