Kepala Budi Hartanto Ditemukan Sudah dalam Kondisi Rusak dan Membusuk, Ini yang Membuatnya Dikenali
Humas Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, Wety Lusiana menyebutkan, pelaksanaan autopsi ditangani tim dokter forensik gabungan.
Sedangkan, jasad korban ditemukan di pinggir sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019) pagi.
"Dari pemeriksaan percakapan di ponselnya, I ini mau bertemu dengan korban Selasa (2/4/2019) malamnya," ujar Adewira.
Dikatakan AKBP Adewira Negara Siregar, I sudah diamankan untuk dimintai keterangan.
Saat diperiksa, I mengaku belum lama berkenalan dengan korban.
Sebelumnya, I sudah pernah bertemu dengan korban.
"Malam sebelum jasad korban ditemukan di pinggir sungai, mereka mau ketemuan lagi. Untuk keperluan apa mereka bertemu, itu yang masih kami dalami," katanya.
Saat disinggung apakah I adalah pasangan korban, AKBP Adewira Negara Siregar belum bisa memastikan. Tetapi, menurutnya, I juga teman dekat korban.
"Saksi-saksi yang diperiksa rata-rata teman dekat korban," ujarnya.
Namun belakangan, dari 14 saksi yang diperiksa polisi, tenyata tak satu pun terindikasi sebagai tersangka pelaku pembunuhan sekaligus mutilasi guru Budi Hartanto.

Jumat (12/4/2019), polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Budi Hartanto.
Pelaku pembunuhan Budi Hartanto dua orang, berinisial AP dan AJ.
Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan ditangkap di hari yang sama, Kamis (11/4/2019).
Namun keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda.
AP ditangkap di Jakarta oleh Anggota Mabes Polri. Sedangkan, AJ diringkus oleh kepolisian Kediri.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, AP merupakan pelaku pertama yang ditangkap polisi, Kamis (11/4/2019) sore di Jakarta.