Selasa, 28 April 2026

Mantan Staf Ahli DPR RI Asep Kamaludin Nashir, Ingin Jadi Pejuang Beasiswa Pendidikan

Sebelumnya, dalam keseharian selama 11 tahun, Asep Kamaludin Nashir menjadi staf ahli Anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan, atau yang akrab disapa Ce

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Istimewa
Mantan Staf Ahli DPR RI sekaligus Caleg DPRD Jabar dari Partai Golkar, Asep Kamaludin Nashir, bersama Ceu Popong 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Melangkah dari dunia pendidikan dan ilmu hubungan internasional, Dr. Asep Kamaludin Nashir S.Ag. M.Si, memantapkan diri mencalonkan sebagai anggota legislatif DPRD Jabar daerah pemilihan Jabar 1, yakni Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Di dunia politik, pria kelahiran Bandung, 20 Januari 1977 ini, awalnya selama 2008 sampai 2019, meniti karir sebagai staf ahli DPR RI.

Pada Pileg 2019 ini, kemudian Asep mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Jabar dari Partai Golkar dengan nomor urut 6.

Sebelumnya, dalam keseharian selama 11 tahun, Asep Kamaludin Nashir menjadi staf ahli Anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan, atau yang akrab disapa Ceu Popong.

Bekerja di kawasan Komisi X, Asep pun sangat terbiasa dan menguasai berbagai hal seputar pendidikan, pariwisata, olahraga, dan perpustakaan.

Asep mengenyam pendidikan S1 Universitas Islam Negeri Jakarta, kemudian melanjutkan S2 Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, dan akhirnya menamatkan S3 Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran.

AHY Kampanye di Cirebon, Partai Demkokrat Yakin Elektabilitas Meningkat

Penguasaannya di bidang pendidikan yang digeluti selama menjadi staf ahli DPR RI dan keahliannya dalam Hubungan Internasional sebagai master dan doktor di bidangnya, membuat Asep bertekad menjadi "Pejuang Beasiswa Pendidikan" untuk warga Jabar saat terpilih kelak menjadi anggota legislatif.

"Di bidang pendidikan, saya konsen dalam membantu masyarakat, baik di tingkat dasar, menengah, sampai perguruan tinggi, untuk mendapatkan beasiswa. Jika hanya mengandalkan APBN, saya rasa kurang. Saya bertekad menjembatani bagaimana kita upayakan warga mendapat beasiswa dari luar negeri juga. Bukan hanya sarjana, tapi tingkat SMA juga," kata lulusan MTs Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi dan MA Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung tersebut, Kamis (11/4/2019).

Menurut Asep yang juga Dosen Pesantren Mahasiswa Sabilussalam Tangerang dan Dosen Pesantren Mahasiswa Ittihadul Muhajirin Depok ini, hal utama yang perlu ditingkatkan dalam dunia pendidikan adalah kualitas pengajarnya.

Asep bertekad meningkatkan sumber daya guru di Jabar dan kompetensinya di bidang pendidikan, bahkan harus sampai berstandar internasional.

Hal ini bukan tidak mungkin diwujudkan, katanya, asalkan pemerintah memiliki kehendak politik dalam peningkatan kualitas pengajar di Jabar.

"Sekarang bagaimana mau meningkatkan kompetensi guru, sedangkan pabriknya (UPI) saja sudah kurang berproduksi sebagai lembaga pendidikan. Pemerintah harus konsen membangun lembaga pelatihan untuk mencetak guru berkualitas," katanya.

Di kawasan perkotaan semisal Kota Bandung dan Kota Cimahi saja, ujarnya, masih banyak terdapat masalah pendidikan.

Di tingkat dasar dan menengah saja, katanya, tidak jarang ada kasus sekolah menahan ijazah siswanya. Akhirnya, para orang tua enggan melanjutkan sekolah anaknya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved