8 April 25 Tahun Lalu Dunia Musik Berduka, Kurt Cobain Ditemukan Tewas, Ini Fakta-fakta Tentangnya
Tanggal 8 April 25 tahun lalu, pecinta musik berduka. Satu musisi bertalenta ditemukan tewas karena bunuh diri.
Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: taufik ismail
TANGGAL 8 April 1994 lalu pecinta musik di Jagad Raya dibuat geger.
Tepat hari ini 25 tahun lalu publik terkejut mendengar seorang musisi ternama ditemukan meninggal dunia.
Musisi itu adalah Kurt Cobain. Ia merupakan gitaris yang juga vokalis band Nirvana.
Berkat aksi Kurt Cobain dan kawan-kawan, grunge menyebar ke seluruh Dunia.
Suksesnya grup musik tersebut, menjadikan Kurt Cobain sebagai selebritas ternama internasional.
Sayangnya, pada 8 April jenazah Kurt Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya.
Di Lake Washington, jenazah Kurt Cobain ditemukan oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith.
Autopsi kemudian memperkirakan Kurt Cobain tewas pada 5 April 1994. Ia dikabarkan meninggal karena bunuh diri.
Ia meninggal pada puncak popularitasnya saat baru menginjak 27 tahun.
Meninggalnya musisi terkenal itu hingga saat ini masih menyisakan misteri bagi sebagian orang. Ini fakta-fakta tentang Kurt Cobain :
1. Menjadi musisi terkenal
Semasa hidupnya, Kurt Cobain dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan gitaris band Nirvana.
Pada 1991, lagu Kurt Cobain melenjit yang berjudul Smells Like Teen Spirit.
Hal tersebut menandai bermulanya perubahan dalam musik pop yang populer pada 1980-an, seperti glam, metal, arena rock, dan dance-pop menjadi grunge dan rock alternatif.
Lagu-lagu lainnya yang populer dan diciptakan Kurt Cobain, diantaranya About a Girl, Come as You Are, In Bloom, Lithium, Heart-Shaped Box, All Apologies, dan Rape Me.
2. Pernah ingin bersolo karier
Dikutip dari Bangkapos.com, dalam sebuah wawancara The Independent, Danny Goldberg, mantan manajer Nirvana menceritakan bahwa Kurt Cobain sempat tertarik untuk bersolo karier di luar Nirvana.
Goldberg telah menjadi manajer Nirvana sejak tahun 1990 hingga 1994.
Ia menceritakan bahwa Kurt sempat mengatur proses rekaman dengan frontman R.E.M., Michael Stipe. Namun rencana tersebut gagal.
3. Mengidap bronkitis dan laringitis parah sebelum meninggal
Dikutip dari Wikipedia, pada 1 Maret 1994, setelah konser di Munchen, Jerman, Kurt Cobain didiagnosa bronkitis dan laringitis yang parah.
Ia diterbangkan ke Roma hari berikutnya untuk menjalani pengobatan dan istrinya menyusul pada 3 Maret 1994.
Pagi berikutnya, istrinya bangun dan menemukan Kurt Cobain sudah overdosis dengan paduan dari sampanye dan rohypnol.
Ia dilarikan ke rumah sakit dan setelah lima hari di sana diperbolehkan pulang.
4. Dimasukan ke panti rehabilitas
Akibat masalah minuman keras, Kurt Cobain dimasukkan ke panti rehabilitasi pada 30 Maret 1994.
Malam 1 April 1994, Kurt Cobain keluar untuk merokok dan kemudian kabur dari panti tersebut dengan memanjat pagar.
Ia kemudian pergi ke Seattle dan menghilang.
3 April 1994, istrinya menghubungi seorang penyidik swasta bernama Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Kurt Cobain.
Hingga akhirnya pada 8 April Kurt Cobain ditemukan tewas di atas garasi rumahnya itu.
5. Kesaksian manajer melihat Kurt Cobain depresi
Goldberg, juga menceritakan Kurt Cobain memang benar bunuh diri.
Kesaksiannya menceritakan Goldberg melihat Kurt Cobain sedang depresi satu minggu sebelum bunuh diri.
Kurt Cobain berusaha untuk bunuh diri enam minggu sebelumnya. Kurt banyak berbicara dan menuliskan tentang bunuh diri. Ia memakai narkoba juga memiliki pistol.
6. Surat bunuh diri ditemukan di saku jaketnya
Ditemukan tewas bunuh diri, Kurt Cobain juga meninggalkan sebuah surat di saku jaketnya.
Berikut isi surat tersebut, seperti dilansir biography.com:
"Untuk Boddah
Berbicara dari lidah seorang bodoh yang berpengalaman, yang jelas lebih suka dikebiri, hai bocah yang suka mengomel (Boddah). Tulisan ini semestinya cukup mudah dipahami.
Semua peringatan dari perjalanan 'punk rock 101' selama bertahun-tahun, sejak perkenalan pertamaku dengan, jika bisa dikatakan, dunia penuh kebebasan dan sambutan hangat dari komunitasmu (Boddah) telah terbukti sangat benar adanya.
Aku belum merasakan kegembiraan dari mendengarkan serta menciptakan musik, membaca dan menulis musik, sejak bertahun-tahun lamanya.
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan rasa bersalahku. Misalnya ketika kami (Nirvana) berada di belakang panggung dan lampu-lampu telah dipadamkan, dan deru teriakan penonton yang menggila dimulai.
Itu tidak mempengaruhiku seperti yang terjadi pada Freddie Mercury, yang tampaknya menyukai dan menikmati kekaguman penonton, sesuatu yang membuatku kagum dan iri.
Faktanya adalah, aku tak bisa membohongi kalian, tak seorang pun dari kalian. Jelasnya, itu tak adil bagi kalian dan bagiku. Kejahatan paling parah yang bisa kupikirkan adalah 'merampok' orang dengan kepalsuan dan berpura-pura seolah aku sedang menikmatinya.
Kadang aku merasa, seolah aku harus memencet tombol absen dulu sebelum aku bisa melarikan diri dari panggung.
Aku telah mencoba segalanya dengan segenap kemampuanku untuk mensyukurinya (dan aku bersyukur, Tuhan percayalah aku mensyukurinya, tapi aku tak pernah bisa).
Aku menyadari kenyataan bahwa aku dan kami (Nirvana) telah mempengaruhi dan menghibur banyak orang. Aku pasti seorang yang narsis, yang baru bisa menghargai sesuatu bila sudah tak ada lagi.
Aku terlalu sensitif. Aku perlu sedikit mati rasa untuk memperoleh kembali antusiasme seperti yang kualami saat aku kecil.
Di tiga tur terakhir kami, aku merasa lebih menghargai orang-orang yang dekat denganku dan fans kami. Tapi aku tak bisa melalui keputusasaanku, perasaan bersalah dan empatiku untuk setiap orang.
Ada kebaikan dalam diri kita semua dan kupikir aku terlalu mencintai manusia, teramat sangat, sampai aku merasa sedih. Kesedihan yang sedikit sensitif, tak peduli, 'pisces', Yesus.
Mengapa kau tak menikmatinya saja? Aku tak tahu! Aku punya seorang istri yang cantik, yang penuh ambisi dan empati, dan seorang putri yang mengingatkan aku seperti apa aku dahulu, penuh cinta dan kebahagiaan.
Ia (Frances) mencium siapa saja yang ditemuinya karena setiap orang baik padanya dan tak akan melukainya.
Itu sangat menakutkan bagiku sampai aku benar-benar tak berdaya. Aku tak sanggup berpikir bila Frances akan menjadi seseorang yang menyedihkan, menghancurkan diri sendiri, rocker 'kematian', seperti diriku.
Aku pernah merasa bahagia, sangat bahagia, dan aku bersyukur, tapi semenjak usia tujuh tahun, aku menjadi penuh kebencian kepada seluruh manusia pada umumnya.
Hanya karena mungkin aku melihat begitu mudahnya bagi orang untuk hidup bersama dan punya empati.
Hanya karena aku begitu mencintai dan memprihatinkan orang lain kukira.
Terima kasih semua, dari dasar tempat pembakaran jasadku, atas perhatian kalian (perutku sering sakit saat membaca surat kalian). Aku terlalu labil, moody, sayang! Aku tak punya gairah lagi, jadi ingatlah, lebih baik terbakar daripada memudar.
Damai, Cinta, Empati. Kurt Cobain.
Frances dan Courtney, Aku akan hadir di altar (pernikahanmu). Tolong lanjutkan Courtney, untuk Frances. Untuk kehidupannya yang akan jauh lebih berbahagia tanpa kehadiranku. AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAIMU.
My my, hey hey
Rock and roll is here to stay
It's better to burn out
Than to fade away
My my, hey hey. "
Pada akhir suratnya tersebut, Kurt Cobain mengutip sepenggal lirik dari lagu karya Neil Young, My My, Hey Hey, yang dirilis tahun 1979.
Pada 24 Februari 1992, Kurt Cobain menikah dengan Courtney Love di Waikiki, Hawaii.
Pernikahannya dengan Courtney Love ini dikaruniai seorang anak yang diberi nama Frances Bean Cobain.
Meski sudah ditinggalkan oleh sang suami, Courtney Love hingga saat ini belum menikah lagi.