WARNING Bagi Warga di Pinggiran Sungai, Semua Kirmir di Kota Bandung Rawan Jebol
Warning bagi warga Kota Bandung, terutama yang tinggal di pinggiran sungai. Semua kirmir rawan jebol. Rata-rata usianya sudah puluhan tahun.
Penulis: Tiah SM | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi kirmir (tanggul penahan tanah) sungai di Kota Bandung semuanya rawan jebol karena usianya sudah puluhan tahun.
Kota Bandung memiliki 46 sungai dengan panjang daerah aliran sungai mencapai 252 km.
Rata-rata kirmir di Kota Bandung rawan jebol.
"Semua kirmir di Kota Bandung rawan jebol jika air melebihi kapasitas tampung," ujar Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Aliran Sungai (UPT DAS) Erni Setiawati, di Balai Kota, Jumat (5/4/2019).
Menurut Erni, Dinas Pekerjaan Umum setiap tahunnya mengalokasikan dana untuk pemeliharaan kirmir, tapi tidak semua kirmir diperbaiki karena keterbatasan dana.
Ia menambahkan, kondisi kirmir yang ada di Kota Bandung sudah cukup lama dibangun.
Bahkan ada kirmir yang usianya di atas 20 tahun.
Sejak beberapa tahun terakhir telah dilakukan perbaikan dan inventarisasi yang butuh perhatian khusus.
Untuk mengetahui kondisi kirmir yang rawan jebol, pihaknya tidak dapat memastikan lokasi sungai mana, karena tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Harus ada pemeriksaan dari bawah sungai karena sering dari permukaan atas kirmir terlihat kokoh, tapi di bawahnya yang tertutup air sulit untuk diketahui kondisinya.
"Dari permukaan seperti yang masih kuat, tapi ternyata di bawahnya banyak yang keropos," ujar Erni.
Erni mengatakan, musim peralihan musim tekanan dan debit air meningkat drastis sehingga warga diminta waspada.
Bencana Jebolnya tanggul di Ujungberung karena tekanan air meninggi saat hujan deras sehingga debit air sangat kencang.
Menurut Erni, setiap kirmir yang jebol langsung ditangani pasukan URC DPU Kota Bandung untuk diperbaiki.
• 7 Fakta Banjir Ujungberung, Tanggul Kali Cicalobak Jebol, Dua Sekolah Terendam
• Saluran Air Bersih Jebol, Warga Korban Banjir di Cijambe Butuh Air Bersih
