Jumat, 17 April 2026

Isra Miraj

Isra Miraj: Demi Cinta Umat Islam, Rasulullah Meminta Keringanan Perintah Shalat 50 Kali Jadi 5 Kali

Rasulullah: Aku telah banyak memohon (keringanan) kepada Rabbku hingga aku malu. Tetapi aku telah ridha dan menerimanya.

Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang ibu membantu anaknya memakai mukena saat akan mengikuti salat tarawih berjamaah di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Alun-Alun, Kota Bandung, Jumat (20/7/2012) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam dan merupakan peristiwa agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa Isra Miraj hanya dialami oleh Nabi Muhammad SAW, tidak oleh nabi dan rasul lain.

Pada peristiwa penting itulah, Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu perntah untuk menunaikan shalat lima waktu.

Wahyu perintah shalat saat itu langsung diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa perantara Malaikat Jibril.

Perjalanan Isra Miraj juga merupakan hiburan yang diberikan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW, setelah Rasulullah diterkam oleh banyak cobaan berat.

Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab yang tahun ini jatuh pada 3 April 2019.

Besok Isra Miraj, Ini 4 Pelajaran yang Dapat Diambil dari Pengalaman Rasulullah

Pada perjalanan Isra Miraj, dengan menggunakan Buraq bersama Jibril, perjalanan Rasulullah dimulai dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa.

Setelah itu, Rasulullah melanjutkan perjalanan dari langit pertama hingga ke langit ketujuh.

Dikutip Tribunjabar.id dari islami.co, pada saat peristiwa Miraj, Rasulullah Muhammad SAW berada di Baitul Ma'mur.

Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat 50 kali sehari semalam.

Nabi Muhammad menerima begitu saja dan bergegas. Tapi dalam perjalan pulang, Rasulullah Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS.

Dibalik Kisah Isra Mikraj Rasulullah, Inilah Hikmah yang Dapat Diambil Oleh Umat Islam

Nabi Musa AS lantas memperingati Rasulullah Muhammad SAW bahwa umatnya tak akan sanggup melaksanakan kewajiban shalat 50 kali dalam sehari semalam. Nabi Musa pun meminta Rasulullah untuk kembali kepada Allah SWT dan meminta keringanan.

Nabi Muhammad kembali menghadap Allah SWT untuk meminta keringanan, dan ternyata dikabulkan.

Tidak lagi 50 kali, tetapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas, dan kembali menemui Nabi Musa As.

Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Nabi Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu. Sehingga Nabi Musa memerintah Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan kepada Allah SWT.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved