Terduga Teroris WP Datang Malam-malam ke Kontrakan di Kampung Pulo Bandung

Terduga teroris WP datang malam-malam ke kontrakan di Kampung Pulo, Kelurahan Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung

Terduga Teroris WP Datang Malam-malam ke Kontrakan di Kampung Pulo Bandung
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Kontrakan yang ditempati WP, terduga teroris, di Kampung Pulo, Kelurahan Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. WP ditangkap Densus 88 pada Kamis (28/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH- Pemilik kontrakan yang ditempati WP, terduga teroris, mengaku tidak melihat ada gelagat aneh dan mencurigakan pada keluarga WP.

Saat mengontrak, WP dan keluarganya datang malam-malam ke kontrakan Kampung Pulo.

Ikeu Solihat (25) anak pemilik kontrakan di RT 01/7 Kampung Pulo, Kelurahan Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung menuturkan WP menghubunginya pada 21 Maret 2019, sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, WP menanyakan kontrakan tersebut.

"Dia sama keluarganya datang malam-malam ke rumah langsung nemuin bapak sekitar pukul 22:00 WIB langsung menempati kamar nomor 6," katanya di lokasi, Senin (1/4/2019).

Menurut Ikeu, ayahnya, Cecep Umar, tidak mencurigai atau tidak melihat gelagat aneh dari WP dan keluarganya. Malah, imbuhnya, WP tampak terlihat seperti orang baik-baik.

Baru Ngontrak Seminggu, Terduga Teroris itu Keburu Diciduk Polisi di Bojongmalaka Baleendah

Terkait Terduga Teroris di Bandung, Polisi: Otaknya di Jatim, Komunikasi Lewat Whatsapp

"Jadi menghubungi saya terus saya nyuruh ke rumah menemui bapak. Bapak bilang dia datang sama istri dan dua anaknya ngambil kunci dan bayar kontrakan lunas. Tidak curiga malah dia minta maaf karena telah mengganggu datang malam-malam," tuturnya.

Bahkan saat itu WP dan keluarganya langsung menyerahkan fotokopi KTP. Namun fotokopi KTP tersebut tidak jelas, tampak hasil scan.

"Kalau ke saya ngakuna namanya Sahid bukan Wisnu tapi di KTP namanya Wisnu Putra," ungkapnya.

Ikeu juga sempat menanyai para penghuni kontrakan lainnya. Dan menurut keterangan para penghuni kontrakan, WP dan keluarganya tampak jarang keluar rumah.

"Kata tetangganya selama disini emang kalau keluar istrinya pakai cadar, tapi jarang keluar. Keluar itu malam, pulang subuh. Jemur pakaian juga sama anaknya," pungkasnya.

Menurut pantauan Tribun Jabar, saat ini kontrakan WP atau kamar nomor 6 sudah tampak kosong.

Pascapenggerebekan Kamis 28 Maret lalu, pemilik kontrakan langsung membersihkan kontrakan itu. Barang-barang WP dan keluarganya juga tidak ada di kontrakan tersebut. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved