Kamis, 16 April 2026

Ratusan Desa di Jabar Bakal Terkoneksi Jaringan Internet, Peningkatan Usaha Digital

Ratusan desa di Jabar segera mendapat sambungan konektivitas jaringan telekomunikasi dan internet, disertai dengan program peningkatan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil peningkatan desa digital 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan desa di Jabar segera mendapat sambungan konektivitas jaringan telekomunikasi dan internet, disertai dengan program peningkatan ekonomi masyarakat desa. Program ini di antaranya dilakukan oleh Telkomsel melalui program Patriot Desa Digital.

Patriot Desa Digital merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR)Telkomsel bekerja sama dengan Mobisaria yang menginisiasi pembentukan komunitas berliterasi digital dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas warga desa atau pinggir kota kecil.

Program ini diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Director Human Capital Management Telkomsel Irfan Tachrir, dan CEO Mobisaria Dadang Geminar, di Gedung Sate, Bandung, (1/4/2019).

Ridwan Kamil mengatakan visi Jawa Barat sebagai provinsi digital fokus pada pembentukan desa digital karena desa punya potensi luar biasa jika disentuh dengan teknologi. Dari strategi yang ada saat ini, salah satunya adalah pelatihan e-commarce untuk produk pedesaan.

Melalui Patriot Desa Digital, katanya, pihaknya akan membantu dan aktivitas digital untuk produk di pedesaan. Program yang dikelola oleh Telkomsel ini kebetulan memiliki visi sama dengan Pemprov Jabar.

"Jabar Insya Allah jadi program percontohan paling cepat. Nanti desa di Jabar akan kita kasih rating, ada zona merah, kuning, hijau. Kalau merah tidak ada eksistensi digital, kuning sudah ada tapi kriteria belum terpenuhi, hijau di mana semua elemen komunikasi, pelayanan publik, infrastruktur, perdagangan, aplikasinya hadir semua," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai launching Patriot Desa Digital, Senin (1/4/2019).

Emil berharap dalam lima tahun, visi desa digital terpenuhi dengan teori pentahelix dan kolaborasi.
Untuk tahun ini, katanya, akan ada 500 desa yang dipersiapkan untuk menjadi desa digital. Kemenkominfo pun akan membangun infrastruktur telekomunikasi di 500 desa. Hal ini dapat dijalankan secara searah.

"Kita latih anak-anaknya agar tidak pindah ke kota dengan bisa mendapat income nilai tambah dari transformasi perdagangan ini. Sehingga tinggalnya di desa, rezekinya kota," katanya.

Irfan Tachrir mengatakan melalui Patriot Desa Digital, pihaknya ingin membentuk komunitas yang berkualitas di wilayah pedesaan untuk memberikan edukasi digital guna pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Sejarah & Asal-Usul April Mop: Pernah Marak di Inggris, Warga Tertipu Soal Ritual Memandikan Singa

"Sehingga akan banyak local hero sebagai Patriot Desa Digital yang melek teknologi, menciptakan lapangan kerja baru di era digital serta membantu bisnis masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” katanya.

Program Patriot Desa Digital, katanya, mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena turut mendukung terwujudnya program Desa Digital Jabar.

Program ini akan diselenggarakan di lima ibukota provinsi di Indonesia yaitu Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar, yang diperuntukkan bagi BUMDES, UMKM, dan BMT, melalui edukasi literasi digital.

Di dalam implementasinya akan melibatkan lembaga keuangan non-bank Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Beberapa aktivitas dalam program ini antara lain adalah seminar, workshop, serta asistensi dan monitoring kepada lebih dari 750 Patriot Desa Digital di 250 Desa seluruh Indonesia serta 50 BMT mulai bulan Maret hingga Desember 2019.


Selanjutnya para Patriot Desa Digital terpilih akan mengikuti workshop Training of Trainer yang berisi aktivitas Focus Discussion Group dan pendalaman materi mengenai digital marketing, fitur aplikasi, role play, serta pembentukan online forum sebagai sarana komunikasi dan informasi. Selain itu Patriot Desa Digital akan diberikan asistensi dan monitoring secara online dan visitasi berkala selama 6 bulan terkait problem solver, tips marketing dan juga forum diskusi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved