Sekolah Terendam Banjir, Ganggu Aktivitas Belajar dan Mengajar
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung bagian timur pada Selasa malam (26/3/2019), menyebabkan banjir disebagian titik di Desa Haurpugur
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung bagian timur pada Selasa malam (26/3/2019), menyebabkan banjir disebagian titik di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Tidak hanya menggenangi ruas jalan serta permukiman warga, banjir yang terjadi kali ini pun merendam Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 2 Haurpugur, di Jalan Haurpugur.
Akibat banjir tersebut, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu lantaran beberapa ruang kelas terendam banjir hingga ketinggian 10 sentimeter atau setinggi mata kaki.
Dari pantauan Tribun Jabar, Rabu (27/3/2019), di sekolah tersebut, sejumlah murid beserta guru tengah membersihkan bagian ruang sekolah dari genangan air, menggunakan alat- alat sederhana.
Kepala SDN 2 Haurpugur, Tati Rohaeti mengatakan, saat banjir melanda Desa Haurpugur, aktivitas KBM selalu terganggu, karena banjir kerap menggenangi hingga ke dalam ruangan kelas.
"Terpaksa, karena anak-anak bakal tidak konsentrasi belajar kalau kondisinya seperti ini," kata Tati di SDN 2 Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (27/3/2019).
• Puluhan Caleg DPD Jabar Mundur? Jatah APK yang Disediakan KPU untuk Kampanye Belum Juga Diambil
• Banjir di Desa Haurpugur Rancaekek Kian Parah Sejak 2017, Pernah Banjir Meski di Sana Tak Hujan
Akibat banjir itu pun, kata Tati, dari sebanyak 209 jumlah murid di sekolah tersebut, 50 persennnya tidak berangkat ke sekolah saat banjir melanda.
Ia menambahkan, alasan murid tidak berangkat ke sekolah tersebut, lantaran tempat tinggalnya yang tak jauh dari lokasi sekolah, terendam banjir, bahkan hingga 50 sentimeter.
"Lebih baik mereka diam di rumah daripada harus ke sekolah, dilakukan untuk menjaga keamanan mereka. Karena saat mereka berseragam itu menjadi tanggung jawab kami para guru," katanya.
Seorang murid, Rizki (10), mengatakan bahwa ia terpaksa tidak berangkat ke sekolah karena banjir merendam pekarangan dan akses jalan menuju sekolah, sehingga terpaksa berdiam diri di rumah.
"Setiap banjir tidak kesekolah, takut ada apa-apa," katanya.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung bagian timur pada Selasa malam (26/3/2019), menyebabkan banjir di sebagian titik di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek.
Diguyur hujan intensitas tinggi selama lebih dari empat jam pada malam hari, hingga pagi ini sebagian ruas jalan jalan desa tersebut masih terendam banjir, bahkan hingga merendam sejumlah rumah warga.
Pantauan Tribun Jabar, Rabu (27/3/2019), ketinggian banjir yang merendam desa tersebut bervariasi, mulai dari ketinggian 20 sentimeter hingga 80 sentimeter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-haurpugur.jpg)