Minggu, 3 Mei 2026

Hingga Kini Surat Suara Pilpres Belum Diterima KPU Garut, Pemilu Tinggal 21 Hari Lagi

Surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden masih belum diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Petugas KPPS dan aparat keamanan mengamankan salah seorang pemilih yang membuat keributan saat akan memilih di TPS 13, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan dalam acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden masih belum diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut dari percetakan. KPU memperkirakan, surat suara baru akan diterima pada akhir bulan ini.

Ketua KPU Garut, Junaidin Basri menuturkan, rencananya surat suara capres akan diterima pada pertengahan Maret. Namun terjadi pengunduran jadwal dari pihak percetakan.

"Alasannya kami juga kurang tahu. Percetakannya dari Kudus dan baru akan dikirim besok," ucap Junaidin saat dihubungi, Rabu (27/3/2019).

Junaidin menyebut, surat suara tersebut akan tiba di Garut sekitar tanggal 29 atau 30 Maret. Sedangkan surat suara yang lain sudah diterima KPU sejak awal Maret. Proses pelipatan dan penyortiran surat suara capres pun baru akan dimulai pada awal April.

"Tanggal 2 April baru akan dimulai sortir dan lipatnya di Gudang Pasirmuncang. Tapi tidak akan memakai jasa dari warga lagi. Kami akan kerahkan PPK dan PPS untuk melakukan pelipatan," kataya.

Untuk empat surat suara lain, lanjutnya, sudah selesai dikerjakan pada 23 Maret. Pihaknya optimistis, pelipatan surat suara capres bisa selesai sebelum pendistribusian logistik.

Harga Tiket Mahal, Garuda Janji Bakal Beri Diskon

"Nanti setiap PPK akan mengirimkan 10 orang. Jadi bisa cepat melakukan pelipatannya. SOPnya tetap sama seperti sortir lipat kemarin. Identitasnya harus jelas dan ada surat tugas," ujarnya.

Garut menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang lambat menerima logistik Pemilu. Padahal jumlah pemilih di Garut cukup besar yakni sebanyak 1.895.560.

Keterlambatan itu sempat dikritik Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Potensi kekurangan logistik dikhawatirkan terjadi karena surat suara yang belum datang.

"Masih ada cukup waktu untuk pelipatan sampai ke hari pendistribusian. Maksimal kan H-1 sebelum pemungutan sudah ada di lokasi," katanya.

Ini Alasan Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic Tak Bawa Semua Pemainnya ke Batam

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved