Boeing 737 Max 8 Bukan Satu-satunya Pesawat yang 'Dikandangkan', Berikut Daftar Pesawat Tersebut

Jatuhnya Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019) membuat seluruh dunia kini merumahkan seluruh pesawat itu.

Boeing 737 Max 8 Bukan Satu-satunya Pesawat yang 'Dikandangkan', Berikut Daftar Pesawat Tersebut
(AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR)
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

TRIBUNJABAR.ID - Jatuhnya Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019) membuat seluruh dunia kini merumahkan seluruh pesawat itu.

Pasalnya, tipe pesawat tersebut sama dengan insiden jatuhnya Lion Air di perairan Karawang pada Oktober 2018. Dalam laporan terbaru, kotak hitam Ethiopian Airlines menunjukkan "kesamaan yang jelas" dengan kecelakaan Lion Air.

Meski demikian, subjek penelitan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Keputusan "mengandangkan" juga memengaruhi pemesanan Boeing 737 MAX yang bernilai 633 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 9.000 triliun dalam bahaya.

Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopia Airlines Tangisi Peti Kosong

Ternyata, bukan kali ini sebuah tipe pesawat harus dihentikan operasionalnya. Berikut daftar pesawat yang dikandangkan sementara selama 80 tahun terakhir, seperti dikutip Kompas.com dari CNN:

Boeing 787 Dreamliner pada 2013

Pesawat jet penumpang Boeing 787 Dreamliner pertama milik All Nippon Airways mendarat di Bandara Udara Haneda, Tokyo, 27 September 2011.
Pesawat jet penumpang Boeing 787 Dreamliner pertama milik All Nippon Airways mendarat di Bandara Udara Haneda, Tokyo, 27 September 2011. (boeing.mediaroom.com)

Dua tahun setelah Boeing 787 Dreamliner mulai beroperasi, kebakaran baterai memaksa penerbangan All Nippon Airways di Jepang mengevakuasi semua penumpang dan awak dengan mendarat darurat bandara terdekat.

Beberapa hari kemudian, asap juga muncul dari kompartemen baterai Jepang Airlines yang diparkir di Boston.

FAA akhirnya menghentikan secara nasional semua pesawat Dreamliner, yang kemudian diikuti di seluruh dunia.

Setelah penyelidikan, perancangan ulang baterai Boeing memungkinkan Dreamliners untuk kembali beroperasi tiga bulan kemudian.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved