Juara Kompetisi Pencak Silat se-Asia dan Eropa Ini Ingin Terus Lestarikan Pencak Silat
Hira Winda Nurul Salam (19), mahasiswi Unla dan juara kompetisi Pencak Silat Asia-Eropa pada Januari 2019 itu, mengaku tidak ragu memilih pencak silat
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hira Winda Nurul Salam (19), mahasiswi Unla dan juara kompetisi Pencak Silat Asia-Eropa pada Januari 2019 itu, mengaku tidak ragu memilih pencak silat sebagai hobinya.
"Menurut Hira pencak silat itu enggak (kuno), Hira senang pencak silat sudah menjadi bagian dari hidup," ujar Hira (19) saat ditemui Tribun Jabar di Universitas Langlangbuana, Bandung, Rabu (13/3/2019).
Ia mengaku bangga karena pencak silat merupakan warisan nenek moyang yang harus ia lestarikan.
Ia merasa prihatin karena banyak orang justru mempelajari seni bela diri dari negara lain.
"Saya merasa agak miris, kenapa tidak mengembangkan dulu warisan budaya sendiri," ungkapnya
Ia juga mengajak teman-teman dan keluarganya untuk mencintai seni bela diri dalam negeri semisal pencak silat.
Hira berharap seni bela diri pencak silat tidak hilang ditelan jaman.
"Pencak silat adalah warisan yang mesti dilestarikan, jangan sampai ditinggalkan. Siapa lagi yang bisa meneruskan kalau bukan generasi mudanya," ujar Hira.
Satu di antara cita-cita Hira adalah bekerja di bidang yang tidak jauh dari pencak silat. Cara itu, menurutnya, juga akan menjadi caranya melestarikan pencak silat.
Ia berharap bisa menjadi pelatih, juri, wasit, atau atlet.
Di usia yang masih muda, tentu Hira memiliki target untuk menjadi seorang atlet pencak silat.
Hira mengidolakan sosok atlet nasional Wewey Wita dan Hanifan.
Hira merasa bangga saat atlet pencak silat bisa mewakili Indonesia meraih medali emas di ajang Asian Games.
Hira juga merasa bangga saat aksi Hanifan bisa mempersatukan Jokowi dan Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hira-wianda.jpg)