Pilpres 2019
Sandiaga Uno Sebut Beasiswa bagi Santri Perlu Diperbanyak demi Wujudkan Santripreneur
pesantren ini harus diberi kesempatan caranya dengan memperbanyak beasiswa sehingga para lulusannya nanti bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan santri memiliki potensi besar untuk pembangunan di bidang ekonomi.
Ia pun mengajak para santri untuk menjadi santripreneur yang akan membangun ekonomi syariah ke depan.
"Pesantren ini bukan hanya mendidik santri-santri yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan tetapi juga berpotensi di bidang pembangunan bidang ekonomi. Gagasan santripreneur ini menjadi program kolaborasi dengan pesantren," kata Sandiaga Uno seusai silaturahmi di Ponpes Sulalatul Huda, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/3/2019) malam.
Karena itu, Sandiaga Uno menilai beasiswa untuk pelajar di pesantren-pesantren atau santri harus ditambah atau diperbanyak.
"Saya lihat pesantren ini harus diberi kesempatan caranya dengan memperbanyak beasiswa sehingga para lulusannya nanti bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri misalnya ke Timur Tengah atau di tempat lainnya yang berkaitan dengan pengetahuan dan kompetensinya seperti di Eropa atau di Amerika," tutur dia.
• Hari Ini Prabowo dan Sandiaga Uno Ada di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, Cek Jadwalnya di Sini
• Silaturahmi ke Ponpes di Tasikmalaya, Sandiaga Uno: Saatnya Santri Ciptakan Lapangan Kerja
Dia meyakini santri ini ditempa untuk berakhlak mulia dan berbudi pekerti dan dididik dengan pendidikan berbasis karakter. Harapannya, secara mental dan etika, santri akan bisa bersaing untuk memajukan ekonomi syariah yang memiliki potensi begitu besar.
"Saya lihat ekonomi syariah melalui industri halal secara umum memiliki potensi sekitar Rp 3.300 triliun lebih mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, juga kuliner halal food, halal fashion, ini bisa dikembangkan para santri misal dari Tasikmalaya," menurutnya.
"Saatnya para santri menjadi pemain bukan hanya penonton, mereka harus terus berinovasi, mengambil resiko, dan membangun jejaring melalui silaturahmi," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sandiaga-uno-saat-silaturahmi-di-ponpes-sulalatul-huda.jpg)