Gunung Merapi Semburkan Dua Kali Awan Panas Hari Ini, Masyarakat Diimbau Tenang

Untuk awan panas guguran yang terjadi pada pukul 07.44 WIB berdurasi 121 detik dengan jarak luncur 1200 m, yang mana awan panas ini mengarah ke tengga

Gunung Merapi Semburkan Dua Kali Awan Panas Hari Ini, Masyarakat Diimbau Tenang
Twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau via PGM Jrakah pada Kamis (7/3/2019) pukul 17.14 WIB 

TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA  - Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada (7/3/2019) pukul 07.44 dan 10.17 WIB.

Untuk awan panas guguran yang terjadi pada pukul 07.44 WIB berdurasi 121 detik dengan jarak luncur 1200 m, yang mana awan panas ini mengarah ke tenggara.

Awan panas guguran yang terjadi pada pukul 10.17 WIB berdurasi 97 detik dengan jarak luncur 1000 m yang juga mengarah ke tenggara.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan jika awan panas guguran tersebut masih dalam jarak aman.

Oleh karenanya masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 7 Maret pukul 10.17 WIB dengan durasi 97 detik jarak luncur 1000 meter, mengarah ke tenggara. Awan panas masih dalam jarak aman rekomendasi. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa," ujarnya seperti dilansir Tribun Jabar dari TribunJogja.com.

Generasi Milenial Sebut Eddy Soeparno Jembatani Aspirasi Rakyat, Berharap Ada Pembekalan Teknologi

Pasca Kalah Dua Kali, Pelatih Persib Bandung Radovic Bicara Soal Pemain yang Bisa dan Tidak

Selain awan panas guguran, Hanik juga menerangkan berdasarkan data seismik pada periode 00.00-06.00 WIB, terekam Gunung Merapi mengalami sembilan kali gempa guguran dengan durasi 15-64 detik.

Hanik menerangkan jika aktivitas Merapi tersebut termasuk kecil.

Dia mengatakan jika erupsi Gunung Merapi besar pernah terjadi pada tahun 1822, 1872, dan 2010.

Untuk erupsi besar ini jangka waktunya tidak bisa ditentukan, bisa puluhan bahkan ratusan tahun.

"Erupsi besar di tahun 1822, 1872, dan 2010. Jangka waktu tidak bisa ditentukan, akan tetapi bisa sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Kalau yang kecil-kecil bisa dua tahun, tiga tahun, tujuh tahun. Namun rata-rata empat tahun sekali," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, masih mengimbau masyarakat agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa, sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh BPPTKG.

Dia menerangkan jika saat ini, rumah penduduk yang paling dekat dengan Merapi sejauh 4 kilometer lebih, yakni di sekitar Klangon dan Kalitengah Lor.

"Paling dekat dengan Merapi 4 kilometer lebih, itu di daerah Klangon, Kalitengah Lor. Ini kan memang Merapi masih level II, dan rekomendasi clear aktivitas manusia 3 km. Tidak boleh ada pendakian. Wisatawan tetap aktivitas biasa, akan tetapi dengan catatan meningkatkan kewaspadaan," katanya. (Tribun Jogja/Siti Umaiyah)

Ahmad Syaikhu Yakin Posisi Wagub DKI Jakarta Jatah PKS

Ini Tanggapan KPU Purwakarta Setelah Bawaslu Temukan Petugas Sorlip yang Tidak Patuhi SOP

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved