Warga Pandeglang Bantah Klaim Bupati, Perbaiki Jalan Rusak Hasil Swadaya hingga Urunan Beras

Warga Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten membantah akses jalan dari Desa Pasirlancar ke Desa Sindangresmi diperbaiki oleh pemda

Editor: Dedy Herdiana
DOK. TRIBUN JABAR
Ilustrasi: Jalan rusak 

TRIBUNJABAR.ID, PANDEGLANG - Warga Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, membantah akses jalan dari Desa Pasirlancar ke Desa Sindangresmi diperbaiki oleh pemerintah daerah.

Dikutip dari Kompas.com, warga mengatakan bahwa alan tersebut diperbaiki secara gotong-royong oleh masyarakat pada akhir 2018 lalu.

Sebelumnya, jalan yang menghubungkan Desa Pasirlancar ke pusat Kecamatan Sindangresmi tersebut menjadi sorotan, setelah viralnya video warga sakit bernama Tolib Ahmad ditandu saat akan dibawa ke Puskesmas Sindangresmi.

Tolib terpaksa ditandu lantaran akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengklaim bahwa sebagian jalan desa tersebut sudah diperbaiki atas bantuan pemerintah melalui camat.

Bahkan, kepada Kompas.com Irna menunjukkan foto-foto warga bergotong royong perbaiki jalan dengan didampingi unsur muspika.

Namun belakangan warga membantah jalan tersebut diperbaiki oleh pemerintah daerah.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Sindangresmi, Yogi Iskandar mengatakan, kegiatan perbaikan jalan sudah dilakukan oleh masyarakat pada November-Desember 2018 lalu.

"Kegiatan dilakukan selama 10 hari akhir November hingga awal Desember 2018 lalu. Bukan hanya gotong-royong, kita juga membuka donasi untuk pengumpulan dana," kata Yogi melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Rabu (6/3/2019).

Dia mengatakan, masyarakat dari tiga desa, yakni Pasirlancar, Campakawarna, dan Sindangresmi, bahu-membahu memperbaiki jalan Cibaregbeg yang berada di perbatasan tiga desa tersebut.

Dari pengumpulan donasi hingga pengerjaan, sepenuhnya dikerjakan oleh masyarakat.

"Masyarakat iuran beras hingga uang, beras kemudian dijual, dana yang terkumpul sebanyak Rp 15 juta, direalisasikan untuk membeli 15 truk batu sesuai kebutuhan perbaikan jalan Cibaregbeg," kata Yogi.

Menurut Yogi, masyarakat turun tangan langsung memperbaiki jalan menuju pusat kecamatan Sindangresmi tersebut, lantaran sudah gerah dengan sikap pemerintah daerah yang seakan tidak peduli.

"Teman-teman di sini kalau menyampaikan secara lisan, sudah disampaikan ke desa, surat menyurat ke pemkab dan posting di media sosial sudah sering dilakukan," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved