Khawatir Gulung Tikar, Para Peternak Ayam di Sumedang Enggan Ambil Bibit Ayam
Para peternak ayam pedaging kini hanya bisa menunggu harga ayam siap potong kembali stabil.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Para peternak ayam pedaging kini hanya bisa menunggu harga ayam siap potong kembali stabil.
Pasalnya, sudah beberapa bulan terakhir, harga ayam siap potong terus menurun, padahal keuntungan peternak bergantung pada harga ayam siap potongnya.
Para peternak pun tak mau menempuh risiko mengambil ayam DOC (day old chicken/anak ayam berusia satu hari) untuk dibesarkan.
"Bisa saja sih memaksakan, ambil uang modal misalnya, tapi kalau harga terus turun ya yang ada kami rugi," ujar Parjito (58), peternak ayam ketika ditemui Tribun Jabar di peternakannya di Kampung Cibiuk, Desa Mekar Rahayu, Sumedang Selatan, Rabu (27/2/2019).
Bila peternak tetap memaksakan membesarkan ayam-ayam DOC, maka tak hanya merugi, peternak yang memiliki modal terbatas terancam gulung tikar.
• Takut Rugi, Peternak Ayam di Sumedang Pilih Kosongkan Kandang
• Harga Ayam Siap Potong Terus Turun, Peternak di Sumedang Merasa Tercekik
Parjito mengatakan, kini para peternak hanya bisa berharap ada campur tangan pemerintah, terutama instansi terkait untuk dapat mengembalikan dan menstabilkan harga ayam siap potong.
"Jangan terlalu rendah, sehingga kami ini lebih semangat beternak, kalau harga stabil kan kami pun bisa lebih sejahtera, jangan sampai tak seimbang," ujar Parjito.
Harga ayam siap potong pada tiga bulan lalu relatif stabil pada kisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram, bahkan seringkali di kisaran Rp 20 ribu.
Namun selama tiga bulan terakhir, harga ayam siap potong kini terus turun hingga mencapai Rp 15 ribu per kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/junaedi-peternak-ayam-sumedang.jpg)