Selasa, 7 April 2026

Ditinggal Ibu Sejak Kelas 1 SD, Bocah Ini Rawat Keluarga dan Makan Sepiring Bertiga

Ia mampu mengerjakan pekerjaan rumah layaknya ibu rumah tangga, memperhatikan adiknya beserta ayahnya yang sedang sakit keras dengan sabar.

Editor: Theofilus Richard
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Serlli Anista bersama ayah dan adiknya.Ibunya Menghilang Sejak Kelas 1 SD, Bocah Ini Hidupi Ayah dan Adiknya Makan Sepiring Bertiga 

Ibunya Menghilang Sejak Kelas 1 SD, Bocah Ini Hidupi Ayah dan Adiknya Makan Sepiring Bertiga

TRIBUNJABAR.ID, LAMPUNG UTARA - Serlli Anista (13), tak seperti anak seusianya yang masih harus bermain atau belajar.

Di usia yang masih belia, Serlli terpaksa harus banting tulang untuk menghidupi ayahnya serta adiknya, Rikaldo Saputra, yang masih duduk di kelas 2 SD.

Kondisi sang ayah yang sakit-sakitan membuat Serlli harus turun tangan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Serlli tinggal di pelosok Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Lampung.

Rumahnya berukuran 4x6 meter, beralaskan lantai tanah serta dinding kayu yang sudah rapuh termakan usia.

Namun kondisi ini tidak lantas membuat Serlli malu.

Meski masih duduk di kelas I SMP, semangat Serlli masih terlihat.

Ia mampu mengerjakan pekerjaan rumah layaknya ibu rumah tangga, memperhatikan adiknya beserta ayahnya yang sedang sakit keras dengan sabar.

Ini 17 Lagu Berbahasa Inggris yang Penayangannya Harus Malam Hari, Satu Lagu Milik Agnes Mo

Begini Kisah Inspiratif Pemenang JNE Loyalty Card Race Awards 2019

"Kasihan Bapak, sakit sudah lama. Enggak mampu berobat, saya sendirian yang mengurus. Ibu pergi enggak tau ke mana sejak saya masih kelas 1 SD,” tutur Serlli, sambil menangis, Minggu (24/2/2019).

Ayah Serlli, Rustam (45), bertahun-tahun tubuhnya penuh dengan benjolan yang disertai nanah di kaki serta tangannya.

Sampai sekarang belum diketahui pasti penyebab penyakit yang diderita Rustam.

Penyakit inilah yang membuatnya tidak bisa beraktivitas, hanya di tempat tidur setiap hari.

Guna menyambung hidup sehari-hari, keluarga ini harus mengeringkan hasil panen jagung kerabatnya.

Selain itu, Rustam sekeluarga juga menantikan belas kasih tetangga.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved