Bawaslu Ajak Santri untuk Jadi Pengawas Partisipatif pada Pemilu Nanti
Komisioner Bawaslu Jabar, Wasikin Marzuki, mengajak para santri untuk senantiasa menunaikan hak mereka pada 17 April nanti
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat bersama Bawaslu Bandung Barat telah melakukan sosialisasi partisipatif terhadap 100 santri se-KBB yang berasal dari sejumlah pondok pesantren.
Komisioner Bawaslu Jabar, Wasikin Marzuki, mengajak para santri untuk senantiasa menunaikan hak mereka pada 17 April nanti di tempat pemungutan suara sekaligus mengajak bergabung dalam pengawasan partisipatif.
"Kami ingin santri itu itu tidak hanya menjadi penonton di setiap pemilu tapi santri termasuk di KBB harus bisa mengajak dan terlibat menjadi anggota pengawas di TPS," ujarnya di Parongpong, Senin (25/2/2019).
Menurutnya, selama ini santri berdasarkan catatan di Bawaslu Jabar, sering dijadikan objek, bahkan seolah mudah dibeli dan dikondisikan.
Dia pun mengaku senang terhadap deklarasi santri yang siap untuk memerangi hoax dan politisasi sara yang terkadang menjadi komoditas dalam memenangkan salahsatu paslon.
• Sedang Jaga Warung, Warga Indramayu Ini Tiba-tiba Dibacok Pembelinya
• 3 Perempuan di Karawang Diamankan, Terkait Video Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi-Maruf
Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menyebut sosialisasi yang telah dilakukan Bawaslu sangatlah baik dalam memberikan pandangan kepada kaum millenial termasuk terkait money politic yang selalu ada dari pemilu ke pemilu.
"Saya melihat santri bukan hanya konteks dalam memerdekan Indonesia tapi santri punya peranan dalam perjuangan bangsa Indonesia sehingga sangat baik jika santri bisa dilibatkan dalam pengawasan partisipatif," katanya di Parongpong, Senin (25/2/2019). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wasikin-marzuki.jpg)