Ketua TKD Jabar Menilai Timses Prabowo Sibuk Serang Jokowi Dibanding Kampanye untuk Jagoannya
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu Joko Widodo - Maruf Amin terus diserang kubu lawan,
Penulis: Haryanto | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu Joko Widodo - Maruf Amin terus diserang kubu lawan, bahkan serangan terhadap pemerintahan Jokowi semakin kencang menjelang pencoblosan yang tinggal dua bulan lagi.
Bukan hanya itu Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin wilayah Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, di sisa waktu yang sudah tidak lama lagi menuju pencoblosan tim sukses lawan lebih sibuk menjelek-jelekkan Jokowi ketimbang mengampanyekan calon presidennya.
"Itu bagian dari strategi yang sengaja digunakan lawan yang saat ini merupakan oposisi, setiap langkah Pak Jokowi sebagai presiden itu selalu salah dan dijelek-jelekan," kata Dedi Mulyadi di Purwakarta, Kamis (21/2/2019).
Menurut Dedi, serangan dari lawan atau tim sukses capres nomor 2 memang terus digulirkan begitu kencang bahkan, kata dia, saat ini isu-isu yang dilontarkannya tidak mendasar labih banyak ngawur.
"Semakin kesini, jadi semakin ngawur. Banyak isu-isu yang tidak mendasar. Asal keluar dari mulut saja tanpa memikirkan aspek-aspek tertentu bahkan tidak sesuai dengan fakta," ujarnya.
Terlebih lagi, kata Dedi, kemunculan hoaks yang menjadi peluru kubu lawan sudah tidak bisa dibedakan lagi oleh kaum intelektual. Menurut Dedi, masyarakat menengah ke atas saja sudah tidak bisa lagi membedakan mana fakta mana hoaks apalagi masyarakat kecil yang mengamati perguliran informasi tanpa filter.
"Contohnya berbagai berita atau kejadian yang terjadi di luar negeri dimasukan ke Indonesia, kejadian di India dibilang di Sukabumi kejadian di Cina diberitakan di Jawa Tengah," ucapnya.
• Pengakuan Wasit Soal Pengaturan Skor Dibocorkan, Persib Bandung Terlibat? Ini Catatan Krishna Murti
Menurut Dedi, dari awal pihaknya sudah mengimbau agar pendukung, tim sukses, relawan dan kader partai pengusung tidak terpengaruh oleh isu-isu serangan dari lawan, biarkan saja jangan ditanggapi. Namun harus dilawan dengan kampanye kreatif, mendidik serta berikan informasi keberhasilan Presiden Jokowi.
"Biarin saja nanti juga mereka cape dan diam sendiri. Kalau dilawan kita menghabiskan energi yang tidak manfaat, maka tetap kampanye positif saja," ujarnya.
Alasan kubu lawan melakukan serangkaian serangan kepada petahana, menurut Dedi, karena calon presiden yang diusungnya tidak memiliki prestasi dan pengalaman istimewa yang berkaitan dengan pemerintahan.
"Kubu lawan ini sudah mengeluarkan jurus mabuk jadi saya lawan dengan jurus taichi, jadi ikuti saja alurnya kemana tanpa harus menyerang balik," ujar dia.
Dedi menjelaskan, kampanye itu selayaknya mengeluarkan gagasan yang akan dilakukan dan prestasi yang telah dicapai bukan saling serang yang berdampak tidak mendidik masyarakat. "Kita pikirkan nasib masyarakat jangan jadi korban kampaye kepentingan pilpres kal ini," ujarnya.
Kemudian disinggung terkait kampaye Jokowi yang saat ini kurang memberikan harapan kepada masyarakat, Dedi menjelaskan, karena jika pada dulu Jokowi yang menguasai konten dan periode sekarang sebaliknya.
"Lawan yang saat ini menguasai konten kemudian juga lawan ini sekarang lebih nekat," katanya.
• Empat Terdakwa Kasus Suap Perizinan Meikarta Jalani Sidang Tuntutan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dedi-mulyadi-dalam-satu-acara-di-purwakarta.jpg)