Selasa, 14 April 2026

Seorang Lansia Penderita Stroke Terpaksa Tinggal di Posyandu, Beralas Kasur Tipis

Selama rumahnya diperbaiki, seorang lansia yang menderita stroke terpaksa tinggal di posyandu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Ato yang tinggal di bekas posyandu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kondisi tubuh Ato (62) terlihat sudah tak berdaya.

Ia hanya bisa terbaring lemah di sebuah ruangan bekas posyandu berukuran kecil yang berada di Jalan Bapak Ampi, RT 2/7, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Di ruangan itu ia berbaring hanya beralas kasur tipis dan hanya terdapat beberapa makanan dan minuman seadanya, itu pun dari belas kasihan warga setempat.

Kondisinya tampak sudah sangat mengkhawatirkan, berbicara pun sudah terdengar kurang jelas, sehingga sedikit sulit ketika hendak diajak untuk berkomunikasi.

Selama tiga bulan, ia tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena terserang penyakit stroke.

Sebelum tinggal di posyandu, Ato harus tinggal seorang diri di rumahnya yang sangat sudah tidak layak huni.

Beruntung, berkat kebaikan warga setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibas, saat ini rumahnya tengah diperbaiki secara gotong royong yang dananya merupakan hasil dari bantuan warga.

Selama rumahnya diperbaiki, Ato terpaksa harus diungsikan ke ruangan bekas posyandu itu karena tidak ada tempat lain.

Ketua RW 7, Wasgio mengatakan, awalnya Ato bekerja sebagai tukang ojek dan Linmas di wilayah Kelurahan Baros.

Tiga bulan yang lalu Ato tiba-tiba mengalami sakit stroke, sehingga terpaksa harus meninggalkan dua pekerjaannya itu.

"Terlebih saat sakit stroke ia tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya seperti itu (hancur), jadi mungkin setiap hari Pak Ato kedinginan dan kehujanan," ujarnya saat ditemui di Jalan Bapak Ampi, RT 2/7, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (19/2/2019).

Melihat kondisi Ato dan rumahnya yang sangat mengkhawatirkan, warga merasa tergugah untuk memberikan bantuan, baik bantuan perbaikan rumah maupun bantuan untuk memberikan perawatan ke rumah sakit.

"Sempat mau ada bantuan program rutilahu hanya saja surat-suratnya tidak ada, padahal rumah itu milik dia sendiri. Selain itu ia tidak mau dengan alasan tidak memiliki dana untuk tambahannya," katanya.

Ia mengatakan, sebetulnya Ato masih memiliki keluarga yakni tiga orang anak laki-laki yang masih tinggal di Kota Cimahi

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved