50 Ribu Anggota Kwarda Pramuka Jawa Barat Akan Ikut Tangani Masalah di Sungai Citarum

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat siap memberikan kontribusi menangani persoalan Sungai Citarum.

50 Ribu Anggota Kwarda Pramuka Jawa Barat Akan Ikut Tangani Masalah di Sungai Citarum
TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat, Dede Yusuf, ketika ditemui awak media setelah membuka Jambore Pramuka Jawa Barat, Rabu (2/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat siap memberikan kontribusi menangani persoalan Sungai Citarum.

Kwarda Jawa Barat berharap Sungai Citarum bisa kembali pulih dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar, Dede Yusuf Macan Effendi, menuturkan keterlibatan Pramuka dalam menangani pemulihan Sungai Citarum ini sesuai dengan permintaan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Kalau gerakan hanya kelompok-kelompok kecil tentu bukan menjadi gerakan. Saat ini mungkin yang dianggap gubernur memiliki pasukan dalam tanda kutip setelah TNI yang terdaftar dan terkoordinasi dengan baik di Jawa Barat, itu memang kita dari pramuka," ujarnya seusai Pameran Citarum Expo 2019 di Kompleks Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (19/2/2019).

Ketua Komisi IX DPR RI ini juga menuturkan, gubernur Jabar meminta agar Pramuka ikut berperan aktif dalam program Citarum Harum, yang sudah berjalan hampir satu tahun terakhir ini.

Ini Tanggapan Menko Kemaritiman Soal Hasil Audit BPK Terkait Program Citarum Harum

Menteri PUPR : Beberapa Tahun ke Belakang Penanganan Sungai Citarum Selalu Gagal

"Kami mengajukan gagasan Karya Bakti Arung Citarum. Nantinya akan fokus kepada edukasi peran serta masyarakat dan inovasi bagaimana membuat kreativitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum," kata Dede Yusuf.

Konsep utama penanganan Citarum ini di antaranya bagaimana menjadikan bantaran sungai dan sungai menjadi wahana bermain anak-anak, pemuda dan masyarakat.

Hal tersebut tidak terlepas dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pramuka, yaitu pendidikan non formal dan bersifat bermain.

Selain itu ia menjelaskan, nantinya Pramuka sebagai penggerak tetap mengutamakan interaksi dengan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved