Minggu, 12 April 2026

Dua TKW Indonesia yang Satunya Asal Ciamis Tewas di Jepang Akibat Apartemennya Terbakar

Satu di antara TKW yang tewas di Jepang itu berasal dari Kampung Bantarsari, Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Editor: Dedy Herdiana

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS — Dua tenaga kerja wanita ( TKW) Indonesia dikabarkan tewas di Jepaang akibat apartemennya terbakar.

Satu di antara TKW itu berasal dari Kampung Bantarsari, Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Ida Andriyani (27).

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa naas ini terjadi pada Jumat (15/2/2019) pukul 03.00 waktu Jepang.

"Apartemennya kebakaran saat anak saya sedang tidur. Katanya karena korsleting listrik," kata ibunda korban, Ii Mulyasari, saat ditemui di rumah duka, Senin (18/2/2019).

Di apartemen tersebut, menurut Ii, korban tinggal bersama empat rekan yang berasal dari Indonesia.

Kamar korban dan seorang teman berada di lantai 2, sedangkan tiga teman lain berada di lantai 1.

"Ada dua yang meninggal, anak saya dan temannya. Tiga temannya yang di lantai bawah selamat," kata Ii.

Dia mengaku awalnya mendapat informasi anaknya sakit keras, Jumat siang.

Ii menunjukkan foto Ida yang menjadi korban saat kebakaran melanda apartemen anaknya di Jepang.
Ii menunjukkan foto Ida yang menjadi korban saat kebakaran melanda apartemen anaknya di Jepang. (KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA)

Link Live Streaming Piala Indonesia, Persib Bandung vs Arema FC Pukul 15.00 WIB, Tonton di HP

Selang sehari setelah informasi itu, dia dikabari anaknya tewas akibat kebakaran.

"Ada perwakilan HRD dari perusahaan sepatu di Purwakarta datang ke sini. Mengabarkan anak saya meninggal," katanya.

Menurut Ii, awalnya korban bekerja di perusahaan sepatu PT Indonesia Simon di Purwakarta selama 3-4 tahun.

Karena kerjanya bagus, korban ditawari bekerja di induk perusahaan sepatu tersebut di Jepang.

"Kerja di Jepang sudah satu tahun," ucap Ii. Seharusnya, menurut dia, masa kontrak kerja Ida sudah habis, tetapi kemudian diperpanjang menjadi dua tahun.

"Namun, keburu kejadian (kebakaran)," ujarnya.

Ii mengaku tidak memiliki firasat apa pun akan kepergian anaknya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved