Selasa, 14 April 2026

Menengok Perajin Terasi Tradisional di Cirebon, Semuanya Bergantung pada Alam

Bau khas itu akan selalu tercium di kawasan tersebut, karen daerah itu merupakan satu di antara daerah perajin terasi.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Seorang perajin terasi tradisional sedang memisahkan rebon besar dan kecil saat sedang dijemur di Dusun 1, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ketika melintasi jalur pantura, tepatnya begitu kawasan Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, akan tercium wangi terasi yang cukup menyengat.

Bagi yang belum mengenal kawasan itu, tentu akan sedikit kaget dengan indera penciumannya.

Bau khas itu akan selalu tercium di kawasan tersebut, karen daerah itu merupakan satu di antara daerah perajin terasi.

Para lelaki pergi ke laut untuk mencari rebon atau udang kecil sebagai bahan dasar pembuatan terasi.

Mereka biasanya ke laut saat angin tidak besar. Kadang pagi hari atau sore hari.

Setiap kali melaut, mereka bisa mendapatkan tiga hingga lima kilogram rebon.

Sementara itu, para perempuan menunggu suaminya datang melaut sambil mengurus anak-anak dan membersihkan rumah mereka.

Mereka membuat terasi dengan cara tradisional, bahkan segala bahan-bahan serta proses pembuatannya pun sangat bergantung pada alam.

Beberapa perahu nelayan bersandar di dermaga Cangkol, Kecamatan Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Rabu (31/1/2018).
ILUSTRASI: Perahu nelayan di Kabupaten Cirebon, Rabu (31/1/2018). (Tribun jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Seperti halnya yang dilakukan Wasiah (39), sekitar pukul 07.00 WIB, saat suaminya, Syarifudin (41) datang dari melaut dan membawa rebon, ia akan bergegas menjemur rebon yang dialasi terpal.

Ia berjalan sekitar 50 meter dari rumahnya.

Tak hanya dijemur begitu, sesekali rebon tersebut harus dipilah dan dipisahkan dari udang.

"Ukurannya harus benar-benar sama semua. Kalau ada yang lebih besar, kami buang. Rebon ini juga harus seeing dibolak-balik agar cepat kering," katanya saat ditemui di Dusun 1, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/2/2019).

Jika cuaca cerah, rebon tersebut kering sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun, jika cuaca mendung, mereka membutuhkan waktu berhari-hari menunggu rebon tersebut kering.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved