Bus Kramat Jati Terbalik

Sopir Bus Kramat Jati yang Terbalik Keberatan Disamakan Penjahat: Siapa yang Mau Kecelakaan?

Asep Kurniawan, sopir Bus Kramat Jati maut, dijerat pasal berlapis, maksimal hukuman 9 tahun penjara.

Sopir Bus Kramat Jati yang Terbalik Keberatan Disamakan Penjahat: Siapa yang Mau Kecelakaan?
TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
Asep Kurniawan sopir Bus Kramat Jati yang mengalami kecelakaan dan menewaskan dua penumpangnya diperiksa di Unit Lalu Lintas Polres Bandung, Mapolres Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Asep Kurniawan, sopir Bus Kramat Jati maut, dijerat pasal berlapis, maksimal hukuman 9 tahun penjara.

Asep merasa keberatan karena disamakan dengan penjahat.

"Hukuman kenapa lama banget? saya pengemudi, kenapa saya seperti penjahat? Kalau toh saya bersalah saya hanya pengemudi, itu juga kecelakaan, siapa yang mau kecelakaan," katanya di Mapolres Bandung, Soreang, Kamis (7/2/2019).

Waktu kecelakaan itu terjadi, Asep mengaku terjepit dengan posisi kaki berada di atas dan kepala di bawah karena bus terjatuh hingga terbalik.

Ia tidak mampu menolong penumpang di dalam bus tersebut yang berjumlah 13 orang, karena dirinya juga mengalami luka ringan.

"Ya sakit melihat penumpang berjatuhan, toh saya juga ditolong warga saya terjepit. Posisi kaki saya di atas, kepala di bawah," katanya.

 Ini Pengakuan Sopir Bus Kramat Jati tentang Alasan Kabur dari TKP Kecelakaan Maut di Cicalengka

 Penyebab Kecelakaan Maut Bus Kramat Jati Terungkap, Ini Detik-detik Kecelakaan Menurut Sopir

Dirinya juga mengaku tidak berusaha kabur tapi dibawa ke pool Bus Kramat Jati di Cimahi oleh teman-temannya yang khawatir dirinya diamuk massa.

Oleh karena, itu dirinya meminta pertimbangan atas hukuman yang diberikan kepadanya.

"Pak hakim dan jaksa bisa membandingkan kenapa saya seperti penjahat. Saya tuh bukan penjahat, kerjaan saya tuh sopir kenapa saya tuh dijadikan seperti penjahat? Siapa yang mau celaka," tuturnya.

Asep juga mengaku tidak mengalami kelelahan atau mengantuk ketika mengemudi. Menurutnya, saat itu ia memang tidak melihat jalan karena kondisi jalan yang gelap.

"Enggak ngantuk karena baru satu PP (ritase). Cuma enggak kelihatan jalan, hitam gitu, tahu-tahu sudah di tebing aja, ban kiri sudah meleset ke bawah. Saya juga enggak sadar diri tahu-tahu ban sudah di atas aja jatuh terbalik," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved