Waspada DBD
Warga Meninggal Karena DBD di Kota Tasikmalaya Bertambah, Status Masih Belum KLB
Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya kembali bertambah. Dinkes Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 3 orang meninggal
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya kembali bertambah.
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 3 warganya meninggal diduga karena penyakit akibat virus yang ditularkan nyamuk aegis aegyti itu.
"Untuk kasus DBD yang terjadi di Kota Tasikmalaya sampai sekarang ini jumlahnya mencapai 63 kasus dan di antaranya 3 orang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan, Kota Tasikmalaya, Cecep Zaenal Kholis, saat dikonfirmasi Rabu (6/2/2019).
Meski pasien dan korban DBD terus bertambah, Cecep menyatakan status di Kota Tasikmalaya belum memasuki kategori kejadian luar biasa (KLB).
Dia menjelaskan, untuk masuk kategori KLB, setidaknya harus melebihi angka kasus di tahun sebelumnya yakni 106 kasus.
"Dalam penentuan kejadian luar biasa belum bisa dilakukan. Karena, untuk di Kota Tasikmalaya sendiri adanya ketentuan mencapai 106 kasus," jelasnya.
• Sejak Januari 2019, 14 Warga Jabar Karena Demam Berdarah
Agar angka kasus DBD tidak terus bertambah, Kadinkes mengimbau warga untuk menerapkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Ssekarang ini masyarakat tentunya harus tetap sadar melakukan berbagai langkah dan upaya seperti menguras bak mandi, mengubur dan menjaga lingkungan agar terbebas dari sarang nyamuk," ujarnya.
• Agar Anak Muda Tak Hanya Hafal Blackpink, Emil dan Paguyuban Pasundan Gelar Lomba Kawih Sunda